Notification

×

Iklan

Pemko Pariaman dan DPR RI Perkuat Layanan Kesehatan

Minggu, 07 Juni 2026 | 14:44 WIB Last Updated 2026-06-07T10:02:01Z

Wali Kota Pariaman Yota Balad secara simbolis menerima bantuan.

Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemko Pariaman bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama terus memperkuat kerja sama dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan serta pembangunan infrastruktur kesehatan di daerah tersebut. 

Kolaborasi ini difokuskan pada dua hal utama, yakni perbaikan sanitasi lingkungan dan percepatan lanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin yang menjadi fasilitas kesehatan andalan di Kota Pariaman.

Itu disampaikan Ade Rezki Pratama saat menghadiri komunikasi, informasi, dan edukasi bersama para tokoh masyarakat yang digelar di Balarung Pendopo Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menyalurkan program padat karya sanitasi senilai Rp100 juta untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur.

Bantuan tersebut difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas sanitasi, termasuk pembuatan jamban sehat bagi sekitar 10 keluarga yang sebelumnya belum memiliki akses sanitasi layak. 

Menurutnya, program ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama, di mana kebersihan lingkungan menjadi fondasi awal hidup sehat.

Ia menjelaskan pembangunan jamban tidak hanya sebatas fasilitas buang air, tetapi juga mencakup sistem pendukung seperti kloset, saluran pembuangan, hingga septic tank agar limbah rumah tangga dapat dikelola dengan baik dan tidak mencemari lingkungan.

Selain program sanitasi, perhatian juga diarahkan pada kelanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin. Pemerintah daerah bersama DPR RI saat ini terus mendorong Kementerian Kesehatan agar mempercepat penyelesaian pembangunan rumah sakit tersebut yang sempat tertunda dalam beberapa tahun terakhir.

Kebutuhan fasilitas kesehatan yang lebih memadai dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah pasien dan kebutuhan layanan rawat inap di rumah sakit tersebut. Karena itu, penambahan ruang serta sarana pendukung menjadi prioritas utama.

Sebelumnya, Wali Kota Pariaman Yota Balad telah melakukan koordinasi dengan Bappenas, Kementerian Kesehatan, hingga Wakil Menteri Kesehatan untuk memperjuangkan dukungan anggaran pusat. 

Melalui sinergi ini, diharapkan tambahan dana sekitar Rp50 miliar dapat direalisasikan agar pembangunan RSUD dr. Sadikin bisa tuntas sesuai target pada 2027.

Selain itu, rumah sakit tersebut juga dipastikan akan menerima dukungan alat kesehatan berupa fasilitas PICU (Pediatric Intensive Care Unit) dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Rujukan. 

Bantuan alat kesehatan untuk penanganan bayi baru lahir itu dijadwalkan tiba pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2026, sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Program peningkatan sanitasi ini juga diharapkan mampu mendukung target Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di Kota Pariaman hingga mencapai 100 persen. 

Pemerintah kota terus melakukan pendataan wilayah yang masih membutuhkan intervensi sanitasi agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses lingkungan yang bersih dan sehat dalam beberapa tahun ke depan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update