Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengintensifkan sosialisasi program unggulan Dokter Warga serta mengoptimalkan layanan darurat Public Safety Center (PSC) 119, yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026).
Upaya tersebut bertujuan mempercepat penanganan kondisi kegawatdaruratan sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan dasar agar dapat dinikmati seluruh masyarakat Kota Padang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menjelaskan bahwa program Dokter Warga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga kurang mampu yang mengalami sakit berat dan kesulitan memperoleh layanan kesehatan.
Melalui program ini, tim medis akan mendatangi langsung rumah pasien untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan awal. Layanan tersebut juga terintegrasi dengan PSC 119 sehingga dapat mendukung program Pemko Padang dalam penyediaan fasilitas BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun terkendala biaya dan tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan, baik berada di rumah maupun kos, dapat menghubungi nomor 119 atau petugas di puskesmas terdekat. Tim Dokter Warga akan datang melakukan pemeriksaan, memberikan pendampingan rutin setiap bulan, serta merujuk pasien ke rumah sakit jika diperlukan," ujar dr. Srikurnia Yati.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, menjelaskan mekanisme layanan darurat melalui Call Center 119 yang beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.
Menurutnya, layanan ini dihadirkan untuk mempercepat penanganan pasien dalam kondisi kritis, seperti serangan jantung, kecelakaan, maupun keadaan darurat medis lainnya, sehingga risiko kematian maupun kecacatan dapat diminimalkan.
Dalam proses penanganan, petugas PSC 119 menerapkan sistem triase dengan empat kategori prioritas. Zona merah diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa dan menjadi prioritas utama. Zona kuning untuk pasien dengan kondisi serius namun belum mengancam jiwa secara langsung, zona hijau bagi kasus non-darurat, sedangkan zona hitam diperuntukkan bagi pasien yang telah meninggal dunia.
Saat ini, layanan PSC 119 di Kota Padang didukung seluruh rumah sakit serta sembilan puskesmas yang menyediakan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam.
Sesuai standar operasional, petugas ditargetkan menyelesaikan proses triase dalam waktu maksimal lima menit sejak laporan diterima. Setelah itu, tim medis harus tiba di lokasi kejadian atau rumah pasien paling lambat 15 menit berikutnya.
Untuk mempercepat respons, wilayah pelayanan dibagi ke dalam beberapa zona yang meliputi area kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Air Dingin, Anak Air, Padang Pasir, Seberang Padang, Bungus, hingga dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang.
Kinerja layanan ini menunjukkan hasil yang cukup baik. Berdasarkan data periode Februari 2025 hingga Mei 2026, PSC 119 menerima 346 panggilan melalui call center, 967 laporan langsung dari masyarakat, serta berhasil melakukan 530 kunjungan medis ke rumah warga.
Meski demikian, Irwandi mengungkapkan masih banyaknya panggilan iseng maupun panggilan tanpa suara yang masuk ke nomor 119. Berdasarkan sistem pencatatan Kementerian Kesehatan, panggilan semacam itu tetap dihitung sebagai panggilan yang tidak tertangani sehingga berdampak pada penilaian kinerja PSC 119 Kota Padang secara nasional.
Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan layanan tersebut secara bertanggung jawab dan hanya menghubungi nomor 119 ketika benar-benar menghadapi kondisi darurat medis.
"Masyarakat diharapkan bijak dan hanya memanfaatkan layanan ini untuk keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera," tegas Irwandi.
Dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pelaksanaan pelatihan evakuasi medis secara berkelanjutan, serta komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses, Pemko Padang optimistis kualitas pelayanan kesehatan akan terus meningkat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya Padang sebagai Smart City sekaligus Kota Sehat.(da*)


