Jakarta, Rakyatterkini.com – Timnas Pantai Gading mencatat pencapaian bersejarah dengan memastikan tempat di babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Kepastian itu diraih usai menundukkan Curaçao dengan skor 2-0 pada pertandingan terakhir Grup E yang berlangsung di Philadelphia, Jumat (26/6/2026) pagi WIB.
Hasil tersebut mengantarkan The Elephants mengakhiri fase grup di posisi kedua klasemen sekaligus mengakhiri perjalanan Curaçao yang menjalani debut di ajang Piala Dunia.
Sosok penentu kemenangan Pantai Gading adalah Nicolas Pepe. Penyerang Villarreal itu tampil gemilang dengan memborong dua gol yang membawa tim besutan Emerse Faé meraih tiga poin penting.
Curaçao, yang dilatih Dick Advocaat, mempertahankan susunan pemain yang sama seperti saat bermain imbang tanpa gol melawan Ekuador.
Sementara itu, Emerse Faé melakukan empat perubahan dalam starting XI, termasuk merombak tiga posisi di lini pertahanan. Nicolas Pepe menjadi salah satu pemain yang mendapat kesempatan tampil sejak menit awal.
Kepercayaan kepada Pepe langsung terbayar. Saat laga baru berjalan tujuh menit, ia sukses memanfaatkan umpan tarik Yan Diomandé dan menyelesaikannya dengan sontekan jarak dekat untuk membawa Pantai Gading unggul 1-0.
Curaçao mencoba memberikan respons melalui peluang Juriën Gaari, namun tendangannya hanya melenceng tipis dari sasaran. Di sisi lain, Pantai Gading nyaris menggandakan keunggulan, tetapi Franck Kessié dan Amad Diallo justru saling menghalangi ketika menyambut umpan silang Diomandé.
Sepanjang babak pertama, Pantai Gading tampil lebih dominan dalam penguasaan permainan. Curaçao lebih sering mengandalkan tembakan dari luar kotak penalti.
Menjelang turun minum, Leandro Bacuna sempat menciptakan peluang setelah menusuk ke area pertahanan lawan, namun penyelesaiannya belum mengarah ke gawang.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Curaçao membutuhkan setidaknya dua gol agar peluang lolos tetap terbuka. Namun, justru Pantai Gading yang lebih berbahaya. Tembakan Franck Kessié sempat berubah arah usai mengenai pemain lawan, tetapi bola masih melebar tipis.
Curaçao berusaha membalas melalui sepakan jarak jauh Sherel Floranus, namun serangan mereka tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada lini belakang Pantai Gading.
Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-64. Nicolas Pepe menerima umpan dari Ibrahim Sangaré, menggiring bola dengan tenang sebelum melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di pojok atas gawang.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 bagi Pantai Gading. Menariknya, tujuh dari sembilan gol terakhir mereka di ajang Piala Dunia tercipta pada babak kedua.
Di sisa pertandingan, Tahith Chong sempat menguji kiper Yahia Fofana lewat tendangan tepat sasaran. Namun, peluang itu hanya menjadi tembakan akurat kedua Curaçao sepanjang laga, menggambarkan minimnya ancaman yang mereka ciptakan.
Kekalahan tersebut membuat Curaçao yang berada di peringkat ke-82 dunia gagal mencetak sejarah sebagai negara dengan ranking FIFA terendah yang mampu lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Sebaliknya, Pantai Gading sukses mengamankan kemenangan kedua di turnamen ini dan akan menghadapi runner-up Grup I, antara Prancis atau Norwegia, pada babak 32 besar yang akan digelar di Dallas.(da*)


