Notification

×

Iklan

Merapi Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur

Jumat, 05 Juni 2026 | 21:44 WIB Last Updated 2026-06-05T14:44:00Z

Gunung Merapi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meningkat dengan terjadinya erupsi berupa awan panas guguran pada Jumat (5/6/2026) sore.

Informasi dari Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, peristiwa awan panas tersebut terjadi sekitar pukul 15.24 WIB.

Dalam catatan pemantauan, kejadian ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 49,54 mm dengan durasi sekitar 132,71 detik. Namun, kondisi visual saat erupsi tidak dapat diamati secara jelas karena puncak gunung tertutup kabut tebal.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan rawan bencana, termasuk aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi, serta mengikuti seluruh rekomendasi resmi. Hingga saat ini, status aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Sebelumnya, dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat berbagai aktivitas kegempaan, di antaranya 29 kali gempa guguran, 10 gempa hybrid atau fase banyak, tiga gempa vulkanik dangkal, serta satu gempa tektonik jauh.

Selain itu, terpantau tiga kali guguran lava yang mengarah ke barat daya melalui Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer.

BPPTKG juga mengingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, yang meliputi Sungai Boyong hingga radius 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di wilayah rawan.

Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di zona berbahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dan awan panas, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update