Notification

×

Iklan

KPK Sita Aset Mewah di Kasus Dugaan Pemerasan Izin WNA

Sabtu, 06 Juni 2026 | 04:54 WIB Last Updated 2026-06-05T23:07:18Z

KPK amankan barang bukti. 

Jakarta, Rakyatterkini.com  - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyelesaikan penggeledahan di kediaman mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, pada Jumat (5/6/2026). 

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik turut menyita sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Barang-barang yang diamankan antara lain dua unit mobil mewah Porsche, sekitar 10 unit sepeda motor berbagai jenis mulai dari Vespa, motor gede (moge) hingga Harley Davidson, tujuh unit sepeda, perhiasan, serta sejumlah uang tunai. 

Uang yang disita tersebut terdiri dari rupiah dan mata uang asing seperti dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), hingga yen Jepang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan seluruh aset tersebut diduga berasal dari praktik pemerasan dalam pengurusan izin tinggal sementara bagi warga negara asing (WNA). 

Menurutnya, barang bukti itu memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan dalam proses layanan keimigrasian.

Ketua KPK Setyo Budiyanto sebelumnya mengungkapkan Silmy Karim diduga menerima aliran dana rutin sebesar Rp100 juta setiap pekan. Dana tersebut disebut berasal dari praktik pemerasan yang melibatkan biro jasa maupun WNA dalam pengurusan izin tinggal.

Uang hasil pungutan ilegal itu diduga kemudian dibagi-bagikan kepada sejumlah oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi maupun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan setiap hari Jumat. Silmy disebut menjadi salah satu pihak yang menerima jatah rutin tersebut.

Untuk menyamarkan aliran dana, para pelaku diduga menggunakan berbagai kode tertentu. Istilah seperti “malaikat” dipakai untuk merujuk pejabat tinggi.

Istilah lain yang diambil dari dunia musik seperti vokalis, gitaris, backing vocal, hingga koreografer digunakan untuk menggambarkan pembagian uang kepada pihak-pihak tertentu.

Setyo menjelaskan dana hasil dugaan pemerasan tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, pembelian aset, hingga pengembangan usaha. 

Salah satu bentuk penggunaan dana itu disebut untuk mendirikan bisnis jasa towing yang diduga bertujuan menyamarkan asal-usul uang tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update