Notification

×

Iklan

KP2MI Setujui Pelatihan 300 Peserta SMK Go Global Pariaman

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:18 WIB Last Updated 2026-06-23T15:18:00Z

Pertemuan Wali Kota Pariaman, Yota Balad dengan Menteri KP2MI 

Pariaman, Rakyatterkini.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyetujui usulan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman terkait program pelatihan bagi 300 peserta dalam Program SMK Go Global yang akan dijalankan melalui kerja sama dengan PASIM Go International.

Kesepakatan tersebut terungkap dalam pertemuan antara Wali Kota Pariaman Yota Balad, Menteri KP2MI Mukhtarudin, serta perwakilan Universitas PASIM Bandung yang membahas arahan pelaksanaan International Job Fair 2026, pada Minggu (22/6/2026).

Dalam agenda tersebut juga hadir sejumlah pejabat KP2MI, termasuk para direktur dan staf khusus kementerian. Turut mendampingi, Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit, Rektor Universitas Nasional (UNAS) PASIM Armai Arief, serta jajaran Yayasan dan PASIM Go Migrant Center.

Menteri KP2MI Mukhtarudin menyampaikan harapannya agar Program SMK Go Global dapat memperluas kesempatan kerja internasional bagi lulusan SMK, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kota Pariaman agar mampu bersaing di tingkat global.

Sebelumnya, Pemko Pariaman mengusulkan kuota 300 peserta untuk mengikuti pelatihan dan penempatan kerja luar negeri pada tahun 2026. Program ini dibagi ke dalam tiga bidang utama, yakni pengelasan (welding), perawatan lansia atau caregiver, serta perhotelan (hospitality), masing-masing sebanyak 100 peserta.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memperluas akses kerja di pasar internasional.

Para peserta nantinya akan mengikuti pelatihan vokasi, memperoleh sertifikasi berstandar internasional, serta mendapatkan pendampingan penempatan kerja ke berbagai negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Turki, hingga kawasan Timur Tengah.

Sebagai langkah persiapan, Pemko Pariaman juga telah mengembangkan Pilot Project Kampung Jepang di Desa Kampung Gadang yang difokuskan sebagai pusat pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi calon pekerja migran.

Program ini diharapkan menjadi model penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja luar negeri yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemko Pariaman juga mengajukan dukungan kepada KP2MI berupa akses informasi lowongan kerja resmi, fasilitasi kerja sama dengan perusahaan penempatan pekerja migran, serta kemudahan skema pembiayaan yang legal dan terintegrasi.

Melalui program ini, diharapkan 300 lulusan vokasi dapat menjadi tenaga kerja migran profesional yang memiliki keterampilan tinggi, terlindungi secara hukum, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui devisa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update