Padang, Rakyatterkini.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan kekuatan atlet daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di NTB–NTT pada 2028. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun koordinasi dengan institusi militer untuk menjaga keberlangsungan pembinaan atlet.
KONI Sumbar berinisiatif meminta dukungan dari jajaran Kodam I/Bukit Barisan serta Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol agar para atlet asal Sumatera Barat yang saat ini telah menjadi prajurit TNI Angkatan Darat tetap dapat diberi kesempatan membela daerahnya dalam berbagai kompetisi tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam audiensi bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol yang diwakili Asisten Teritorial (Aster) Kolonel Candra. Pertemuan berlangsung di Markas Kodam, Padang, dalam suasana yang hangat dan konstruktif.
Dalam kesempatan itu, Hamdanus didampingi oleh jajaran Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar serta pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumbar.
Ia menegaskan bahwa atlet daerah yang kini mengabdi sebagai prajurit TNI AD merupakan aset penting yang telah dibina sejak usia muda. Karena itu, mereka diharapkan tetap bisa berkontribusi membawa nama Sumatera Barat di ajang olahraga nasional.
“Kami berharap adanya dukungan agar atlet-atlet Sumbar yang kini berdinas di TNI AD tetap dapat memperkuat daerah dalam berbagai event olahraga. Mereka adalah aset berharga yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama Sumbar,” ujar Hamdanus.
Dukungan dari TNI AD dinilai penting mengingat Sumatera Barat tengah mempersiapkan agenda olahraga yang cukup padat, mulai dari Porprov XVI Sumbar 2026, Kejurnas 2026, Pra-PON 2027, hingga PON XXII tahun 2028.
Salah satu cabang olahraga yang menjadi fokus perhatian adalah dayung. Saat ini, PODSI Sumbar menjalankan program pelatihan jangka panjang di Kota Padang dan Danau Atas, Kabupaten Solok.
Dalam program tersebut, terdapat dua atlet potensial yang juga merupakan prajurit TNI AD, yakni Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi, yang bertugas di Yonif TP 904/Gara Mata. KONI dan PODSI Sumbar berharap keduanya dapat memperoleh dispensasi untuk mengikuti pemusatan latihan hingga akhir 2026.
Selain itu, KONI Sumbar juga menyampaikan harapan agar atlet berprestasi dari daerah mendapat perhatian khusus dalam proses rekrutmen TNI AD sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
“Kami juga berharap ada ruang prioritas bagi atlet berprestasi dalam rekrutmen TNI AD, sebagai penghargaan atas kontribusi mereka,” tambah Hamdanus.
Menanggapi hal tersebut, Kolonel Candra menyampaikan bahwa TNI AD pada prinsipnya mendukung pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Namun, dukungan tetap harus disesuaikan dengan aturan dan kepentingan tugas kedinasan.
“Prajurit yang juga atlet tetap perlu diberi ruang untuk berkembang selama tidak mengganggu tugas pokoknya. Kami akan mendukung sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet agar tetap menjaga disiplin dan semangat juang, baik dalam dunia olahraga maupun saat menjalankan tugas sebagai prajurit.
“Teruslah berlatih dan berjuang. Disiplin serta kerja keras adalah kunci untuk meraih prestasi terbaik,” pesannya.
Dalam pertemuan tersebut, KONI Sumbar juga menyerahkan data sejumlah atlet daerah yang kini berdinas di lingkungan TNI AD, di antaranya Letda Inf Gilang Ilhaza (atlet gulat), Prada Andika Mandala Darma (muaythai), serta Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi (dayung).
Melalui pertemuan ini, KONI Sumbar berharap sinergi antara dunia olahraga daerah dan institusi militer dapat terus terjalin dengan baik demi memperkuat peluang prestasi Sumatera Barat menuju PON 2028.(da*)


