Notification

×

Iklan

Kenaikan BBM Tekan Usaha Warteg, Pelaku UMKM Waspada

Senin, 15 Juni 2026 | 05:43 WIB Last Updated 2026-06-14T22:43:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, dinilai dapat memberikan tekanan tambahan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para pemilik warteg.

Ketua Komunitas dan Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, menyebut para pengusaha warteg harus mencari berbagai cara agar harga makanan tetap terjangkau tanpa kehilangan pelanggan setia.

Menurutnya, salah satu upaya yang kerap dilakukan adalah melakukan efisiensi, misalnya dengan sedikit mengurangi ukuran porsi lauk seperti tahu, tempe, atau ayam. Selain itu, pelaku usaha juga memanfaatkan jaringan koperasi untuk mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih murah.

“Supaya harga tetap stabil dan pelanggan tidak kabur, biasanya pelaku warteg harus pintar mengatur strategi, termasuk sedikit mengurangi porsi lauk seperti tahu, tempe, atau ayam,” ujar Mukroni, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, pembelian bahan baku juga diupayakan melalui jalur kolektif atau koperasi dalam jumlah besar agar bisa memperoleh harga grosir yang lebih rendah.

Mukroni menilai usaha warteg berada dalam posisi yang cukup rentan karena sulit menaikkan harga jual. Hal ini disebabkan sebagian besar pelanggan berasal dari kalangan masyarakat yang sensitif terhadap perubahan harga makanan.

Sebagai bagian penting dari penyedia makanan murah di perkotaan, para pelaku warteg berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah.

Mukroni meminta pemerintah, melalui Perum Bulog dan instansi terkait, untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pangan agar tidak ikut naik akibat dampak kenaikan BBM. Ia juga berharap adanya stimulus untuk pelaku usaha kuliner skala kecil.

Bantuan yang diharapkan antara lain kemudahan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta program digitalisasi rantai pasok agar warteg bisa mendapatkan bahan baku langsung dari produsen atau petani dengan harga yang lebih bersaing.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar di SPBU, karena kelangkaan dapat semakin membebani pelaku usaha kecil yang bergantung pada transportasi harian.

Mukroni juga mendorong pemerintah untuk memperkuat koperasi warteg di berbagai daerah agar dapat melakukan pembelian bahan baku secara bersama-sama. Dengan sistem ini, komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan telur diharapkan bisa diperoleh lebih murah karena rantai distribusi menjadi lebih pendek.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update