Notification

×

Iklan

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:18 WIB Last Updated 2026-06-13T16:18:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mempercepat pembangunan serta pengembangan jaringan perkeretaapian nasional. 

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjadikan sektor kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal dan angkutan barang nasional. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi penting sistem transportasi modern.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pengembangan jaringan kereta api tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar membangun infrastruktur transportasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata berupa akses yang lebih mudah, biaya logistik yang lebih efisien, serta terbukanya peluang ekonomi di berbagai daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, penguatan transportasi berbasis rel menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat serta tingginya kebutuhan distribusi barang. Kereta api dinilai mampu mengurangi kepadatan jalan raya, sekaligus lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Data Kemenhub mencatat, minat masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat. Pada 2025, jumlah penumpang mencapai hampir 550 juta orang, naik 8,8 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 500,5 juta penumpang.

Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama, baik untuk perjalanan antarkota maupun dalam wilayah perkotaan.

Saat ini, panjang jaringan rel aktif di Indonesia mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua. Pemerintah menargetkan panjang jaringan tersebut dapat berkembang hingga 10.524 kilometer dalam beberapa tahun mendatang, termasuk pengembangan kereta perkotaan.

Pengembangan infrastruktur ini disesuaikan dengan karakteristik tiap wilayah. Di Sumatera, fokus diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pembangunan rel difokuskan pada distribusi komoditas unggulan serta penguatan ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang tengah diprioritaskan antara lain pengembangan Kereta Api Trans Sumatera, pembangunan jalur kereta logistik di Kalimantan, optimalisasi Kereta Api Makassar–Parepare, serta pengembangan layanan kereta perkotaan di berbagai wilayah.

Di Pulau Jawa, pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas layanan melalui elektrifikasi jalur, pengembangan kereta semi cepat, serta perluasan konektivitas kereta cepat untuk mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien.

Selain itu, Kemenhub turut memperkuat layanan kereta logistik dan kereta wisata yang dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Kereta logistik membantu menekan biaya distribusi dan mengurangi beban jalan raya, sementara kereta wisata membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata.

Program layanan gerbong khusus bagi petani dan pedagang juga terus dijalankan di sejumlah daerah seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi. Program ini mendapat respons positif karena membantu distribusi hasil pertanian dan perdagangan dengan biaya lebih terjangkau.

Dudy menambahkan bahwa pengembangan jaringan rel akan memperkuat konektivitas antara kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata. Hal ini diharapkan mampu mempercepat arus barang dan mobilitas masyarakat secara lebih efisien.

Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya logistik dapat ditekan, daya saing produk daerah meningkat, serta akses masyarakat terhadap layanan ekonomi menjadi lebih luas.

Untuk mempercepat realisasi program, Kemenhub juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, badan usaha, operator transportasi, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi agar pembangunan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Kemenhub optimistis bahwa pengembangan jaringan kereta api akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Selain meningkatkan layanan transportasi publik, perluasan jaringan rel juga diharapkan dapat memperkuat daya saing nasional serta mendorong pemerataan pembangunan.

Kebijakan ini juga selaras dengan agenda Asta Cita pemerintah, terutama dalam memperkuat infrastruktur terintegrasi, meningkatkan konektivitas nasional, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update