Padang, Rakyatterkini.com — Kasus kanker kolorektal kini tidak lagi mendominasi kelompok lansia, melainkan mulai banyak menyerang generasi muda.
Menanggapi fenomena ini, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau pentingnya peningkatan kapasitas tenaga medis, optimalisasi deteksi dini, serta pemanfaatan teknologi kedokteran mutakhir.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka acara "ASEAN Center of Excellence (CoE) Program and Symposium: Minimal Invasive Colorectal Surgery" di Auditorium RSUP Dr. M. Djamil, Padang, pada Sabtu (6/6/2026).
Simposium internasional ini diikuti oleh para dokter spesialis bedah, akademisi, dan tenaga medis se-ASEAN. Menteri Kesehatan turut hadir secara daring, didampingi oleh Ketua Umum PABI dr. Nazarullah, perwakilan Kolegium Ilmu Bedah, serta manajemen RSUP Dr. M. Djamil dan Universitas Andalas.
Fokus pada Peningkatan Layanan dan Kompetensi SDM
Mahyeldi menegaskan bahwa modernisasi fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan keahlian para tenaga medis agar mampu menguasai perkembangan teknologi terkini.
"Tenaga medis wajib terus mengasah kemampuan mereka. Target utamanya adalah menyelamatkan nyawa, menurunkan tingkat kematian, dan menyajikan pelayanan kesehatan yang prima untuk warga," kata Mahyeldi.
Menurutnya, pelatihan dan simposium ini menjadi wadah yang sangat strategis untuk mempercepat transfer teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya terkait teknik bedah minimal invasif yang perkembangannya sangat pesat.
Pemerintah Provinsi Sumbar juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada RSUP Dr. M. Djamil, PABI, Kolegium Ilmu Bedah, serta seluruh pihak terlibat. Agenda ini dinilai sebagai lompatan besar dalam mendongkrak mutu pelayanan medis di Sumatra Barat.
Soroti Pergeseran Usia Penderita dan Gaya Hidup
Gubernur mengingatkan bahwa kanker kolorektal masih menjadi ancaman kesehatan global yang menakutkan. Fenomena bergesernya usia penderita ke arah yang lebih muda wajib diwaspadai secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.
Mahyeldi menilai perubahan gaya hidup menjadi pemicu utama tren negatif ini, seperti:
Tingginya konsumsi daging merah dan makanan olahan.
Kurangnya asupan makanan berserat.
Minimnya aktivitas fisik atau olahraga.
"Terjadi ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dengan energi yang dibakar. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat sangat krusial untuk menekan risiko penyakit kronis seperti kanker," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Sumbar terus berkomitmen menempatkan sektor kesehatan sebagai program prioritas melalui edukasi masyarakat, deteksi dini, peningkatan SDM, dan kolaborasi lintas institusi.
Dukungan Penuh untuk RSUP Dr. M. Djamil dan Layanan Rujukan Sumbar
Dalam kesempatan yang sama, Mahyeldi menyatakan dukungan penuh atas dikembangkannya RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai bagian dari jaringan pusat unggulan (ASEAN Center of Excellence) untuk bedah kolorektal minimal invasif. Kehadiran pusat unggulan ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pengobatan standar internasional tanpa harus berobat ke luar daerah.
Selain itu, untuk memperkuat sistem rujukan di Sumatera Barat, pemerintah daerah juga tengah memacu peningkatan kualitas pelayanan di berbagai wilayah, salah satunya dengan mendorong transformasi RSUD Mohammad Natsir menjadi rumah sakit tipe A.
Menutup arahannya, Mahyeldi berharap simposium ini dapat mempererat sinergi antara pemerintah, rumah sakit, universitas, dan organisasi profesi demi membangun investasi masa depan lewat layanan kesehatan yang bermutu.(da*)


