Notification

×

Iklan

KAI Siapkan Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumbar

Senin, 29 Juni 2026 | 10:37 WIB Last Updated 2026-06-29T06:13:33Z

Anggota DPR RI Andre Rosiade saat berbincang dalam podcast KAI.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan rencana reaktivasi jalur kereta api di Sumatra Barat. 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan Trans Sumatra Railways yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menghubungkan wilayah Banda Aceh hingga Bandar Lampung.

Direktur Utama PT KAI, Bob Rasyidin, mengatakan Sumatra Barat memiliki posisi penting dalam pengembangan jalur barat atau West Trans Sumatra Railway. 

Menurutnya, pemerintah menargetkan seluruh kota di Pulau Sumatra dapat terhubung melalui jalur rel guna meningkatkan konektivitas sekaligus menekan biaya logistik nasional yang masih cukup tinggi.

Ia menjelaskan Presiden menginginkan jaringan kereta api membentang dari Banda Aceh sampai Bandar Lampung melalui dua koridor, yakni jalur timur dan jalur barat. Dalam skema tersebut, Kota Padang menjadi bagian penting dari lintasan jalur barat.

Pelaksanaan reaktivasi akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada lintasan Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh hingga Limbanang. Selanjutnya, tahap kedua akan mencakup jalur Padang Panjang–Singkarak–Kota Solok–Muaro Kalaban sampai Sawahlunto.

Anggota DPR RI asal Sumatra Barat, Andre Rosiade, menyebut keberadaan kereta api menjadi solusi atas kemacetan yang selama bertahun-tahun terjadi di jalur utama Padang menuju Bukittinggi dan Payakumbuh. 

Menurutnya, kapasitas jalan yang tidak mengalami pelebaran signifikan sudah tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk maupun kendaraan bermotor.

Ia menilai kondisi tersebut membuat arus lalu lintas semakin padat dari tahun ke tahun sehingga moda transportasi berbasis rel sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban jalan raya.

PT KAI juga mencatat antusiasme masyarakat Sumatra Barat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Jumlah penumpang mengalami pertumbuhan sekitar 16 persen setiap tahun, sementara pada 2025 pengguna kereta diperkirakan mencapai 1,9 juta orang. 

Angka tersebut menunjukkan kereta api telah menjadi salah satu moda transportasi yang diminati masyarakat di daerah tersebut.

Untuk mendukung pelaksanaan proyek, perusahaan akan segera menyusun desain teknis rinci atau Detailed Engineering Design (DED) beserta perhitungan anggaran. Dokumen tersebut ditargetkan selesai sekitar September hingga Oktober tahun ini.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, sosialisasi kepada masyarakat dan proses sterilisasi aset akan dimulai pada awal 2027. Pemerintah menargetkan seluruh jalur yang direaktivasi dapat kembali beroperasi sebelum 2029.

Salah satu tantangan terbesar proyek ini adalah penataan aset PT KAI di Sumatra Barat yang mencapai sekitar 11.000 hektare. 

Sebagian lahan tersebut saat ini telah ditempati permukiman dan bangunan tanpa izin. Meski demikian, proses penataan diperkirakan lebih mudah karena status kepemilikan lahan telah berada di bawah penguasaan PT KAI sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru.

Reaktivasi jalur kereta api tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan layanan transportasi penumpang, tetapi juga memperkuat sektor logistik dan pariwisata. 

Aktivitas pengangkutan batu bara dari Sawahlunto yang direncanakan kembali berjalan pada 2027 membutuhkan sarana angkut berkapasitas besar agar distribusi komoditas tidak membebani jalan raya.

Di sektor pariwisata, PT KAI juga menyiapkan layanan unggulan seperti kereta panoramik dan Nusantara Explorer untuk mendukung mobilitas wisatawan. 

Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman perjalanan sekaligus menunjang target kunjungan sekitar 20 juta wisatawan ke Sumatra Barat setiap tahunnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update