Notification

×

Iklan

Jembatan Rusak, Pendaftar SMPN 2 Lubuk Alung Turun

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:05 WIB Last Updated 2026-06-30T16:05:00Z

Jembatan Rusak, Pendaftar SMPN 2 Lubuk Alung Turun

Lubuk Alung, Rakyatterkini.com – Kerusakan infrastruktur akibat bencana di kawasan Lubuk Alung diduga berdampak terhadap pola pendaftaran peserta didik baru. 

Saat sejumlah sekolah mengalami lonjakan jumlah calon siswa, SMPN 2 Lubuk Alung justru masih belum mampu memenuhi kuota penerimaan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data selama proses pendaftaran berlangsung, SMPN 2 Lubuk Alung baru menerima sebanyak 110 calon siswa. Angka tersebut masih jauh di bawah kapasitas maksimal yang disediakan Dinas Pendidikan, yakni sebanyak 160 peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, mengakui adanya ketidakseimbangan jumlah pendaftar antar sekolah. Menurutnya, salah satu penyebab kondisi tersebut adalah terganggunya akses menuju sekolah akibat kerusakan infrastruktur di sekitar wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat sebuah jembatan yang mengalami kerusakan di kawasan sekitar SMPN 2 Lubuk Alung. Kondisi tersebut membuat sebagian calon siswa dan orang tua memilih sekolah lain yang lebih mudah dijangkau. Akibatnya, jumlah pendaftar di SMPN 2 masih rendah, sementara SMPN 1 dan SMPN 4 Lubuk Alung mengalami peningkatan peminat.

Ketimpangan jumlah pendaftar ini menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengacu pada kebijakan nasional. 

Dalam aturan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, jalur domisili menjadi jalur utama agar siswa dapat bersekolah di lokasi yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Kebijakan tersebut mengharuskan sekolah negeri menerima calon peserta didik yang berada di wilayah domisili sesuai pembagian zonasi yang ditentukan pemerintah daerah. Di Kabupaten Padang Pariaman, alokasi jalur domisili mencapai 50 persen untuk jenjang SMP dan 80 persen bagi sekolah dasar.

Namun, ketika infrastruktur di kawasan domisili mengalami kerusakan, seperti putusnya jembatan di sekitar SMPN 2 Lubuk Alung, akses menuju sekolah menjadi lebih sulit. Situasi ini mendorong banyak calon siswa memilih sekolah lain yang dianggap lebih aman dan lebih mudah dicapai.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan proses pendaftaran. Langkah ini dilakukan agar distribusi peserta didik antar sekolah tetap seimbang sekaligus memastikan seluruh anak, termasuk yang berada di wilayah terdampak bencana, tetap memperoleh hak mendapatkan layanan pendidikan secara adil.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update