Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah laporan menyebutkan bahwa militer Iran berhasil menjatuhkan jet tempur F-15E milik Amerika Serikat saat konflik yang terjadi pada April lalu. Pesawat tersebut diduga dihantam rudal buatan China yang diluncurkan menggunakan peluncur portabel dari bahu.
Mengutip NBC News pada Senin (1/6/2026), tiga pejabat AS menyampaikan bahwa otoritas terkait masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Kejadian ini juga memicu operasi pencarian besar-besaran oleh militer AS di wilayah Iran.
Dalam peristiwa itu, dua pilot berhasil menyelamatkan diri dengan kursi lontar. Salah satu pilot ditemukan dalam waktu sekitar tujuh jam, sementara kopilot atau operator sistem senjata baru berhasil dievakuasi setelah dua hari, setelah sebelumnya bersembunyi di area pegunungan Zagros.
Insiden ini disebut sebagai kejadian langka, karena untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir jet tempur Amerika Serikat berhasil ditembak jatuh oleh pihak lawan.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, juga menyatakan bahwa pesawat F-15E tersebut terkena rudal yang ditembakkan dari sistem peluncur bahu.
Senjata jenis ini dikenal sebagai MANPADS (Man-Portable Air Defense System), dengan panjang sekitar satu meter dan berat kurang lebih 20 kilogram. Sistem ini dinilai efektif dan relatif murah untuk menargetkan pesawat yang terbang pada ketinggian rendah.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Gedung Putih kembali mengutip pernyataan Trump setelah pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, bulan sebelumnya. Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa Xi telah menjamin China tidak akan memasok peralatan militer ke Iran.
“Presiden Xi berjanji tidak akan mengirimkan senjata ke Iran. Itu komitmen yang baik, dan saya mempercayainya,” ujar Trump.
Sementara itu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington DC membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa China selalu menjalankan kebijakan ekspor militer secara hati-hati dan bertanggung jawab.
“China menerapkan pengawasan ketat sesuai hukum dan aturan ekspor serta kewajiban internasional. Kami menolak tuduhan yang tidak berdasar dan bernuansa negatif,” tegasnya.(da*)


