Notification

×

Iklan

Hutama Karya Catat Kinerja Positif di Tol Trans Sumatera

Rabu, 24 Juni 2026 | 04:33 WIB Last Updated 2026-06-24T02:03:32Z

Tol Trans Sumatera

Padang, Rakyatterkini.com – PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan performa yang terus membaik dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, khususnya pada proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang merupakan bagian dari penugasan strategis pemerintah untuk memperkuat konektivitas nasional.

Sejak dipercaya menggarap JTTS, Hutama Karya (HK) secara konsisten memperluas jaringan jalan tol di Pulau Sumatera. Tidak hanya fokus pada pembangunan, perusahaan juga memastikan bahwa ruas tol yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, pengguna jalan, serta mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

Hingga kini, total panjang JTTS yang telah dibangun mencapai 1.185 kilometer, terdiri dari 829 kilometer ruas yang sudah beroperasi dan 356 kilometer yang masih dalam tahap konstruksi, termasuk jalan tol pendukung.

Dalam aspek operasional, HK mengelola 14 ruas tol di Indonesia yang mayoritas berada di jaringan JTTS sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera. Selain itu, HK juga mengelola dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Direktur Keuangan HK, Eka Setya Adrianto, menjelaskan bahwa kinerja pengelolaan jalan tol terus menunjukkan penguatan. Hal ini terlihat dari bertambahnya ruas yang beroperasi, meningkatnya konektivitas antarwilayah, serta membaiknya kinerja operasional dan keuangan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan JTTS tidak hanya bertujuan membuka akses dan meningkatkan konektivitas di Sumatera, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi perusahaan. Tren positif terlihat dari pertumbuhan volume lalu lintas, peningkatan pendapatan, serta membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol.

Pertumbuhan trafik menjadi indikator penting dari peningkatan kinerja tersebut. Pada periode Lebaran 2026, volume kendaraan di JTTS—termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas)—melonjak hingga 69,5% dibandingkan kondisi normal, serta naik 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan trafik ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan. Pada 2025, pendapatan jalan tol (termasuk kontribusi Hamawas) tumbuh sekitar 26,8% dibandingkan 2024, dan meningkat 35,7% dibandingkan 2023. Kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasian juga naik menjadi 16,83% pada 2025 dari sebelumnya 11,58%.

Salah satu contoh lonjakan trafik terjadi di Ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum dibuka secara fungsional, lalu lintas harian rata-rata (LHR) meningkat hingga 229%, melampaui target dalam RKAP.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin terhubungnya ruas JTTS sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan jalan tol, sekaligus membuka peluang pertumbuhan trafik di masa depan.

Selain itu, Operating Income dari bisnis jalan tol juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, angka ini tumbuh sekitar 9,8% dibandingkan 2024, sekaligus lebih baik dibandingkan 2023. Kontribusinya terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65%.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari Earnings After Tax (EAT) yang berhasil berbalik positif pada 2025, setelah sebelumnya masih negatif pada 2023 dan 2024. Hal ini menandakan bahwa bisnis jalan tol HK mulai memasuki fase pertumbuhan yang sehat, didukung oleh peningkatan trafik dan optimalisasi operasional.

Keberhasilan ini mencerminkan proses peningkatan kinerja (ramp-up) yang berjalan baik pada ruas-ruas tol yang dikelola HK. Semakin banyak ruas yang tersambung dan matang secara operasional, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat serta kontribusinya terhadap perusahaan.

Direktur Operasi III HK, Iwan Hermawan, menambahkan bahwa manfaat JTTS tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat luas. Jalan tol mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi logistik, membuka akses ke pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata, serta menciptakan peluang usaha baru.

Menurutnya, JTTS bukan sekadar infrastruktur, melainkan penghubung berbagai aktivitas dan harapan masyarakat. Kehadirannya membuat perjalanan lebih cepat dan nyaman, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Manfaat ini juga dirasakan langsung oleh pengguna jalan, salah satunya Titha Monica Hardi yang rutin menggunakan Tol Pekanbaru–Dumai untuk aktivitas harian menuju Duri. Ia juga memanfaatkan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin saat pulang kampung.

Titha mengungkapkan bahwa keberadaan JTTS sangat membantu mobilitasnya karena perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien dibandingkan sebelumnya. Ia berharap pembangunan ruas tol terus dilanjutkan agar akses antardaerah semakin mudah.

Ke depan, Hutama Karya menegaskan bahwa peningkatan kinerja tidak hanya dilihat dari sisi finansial, tetapi juga kualitas layanan, keamanan, dan kenyamanan pengguna. Perusahaan terus melakukan berbagai perbaikan, mulai dari optimalisasi sistem transaksi, kesiapan petugas, pemanfaatan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), hingga penguatan pengawasan melalui Command Center.

HK berkomitmen untuk menjaga standar operasional dan pelayanan agar semakin andal. Fokus perusahaan tidak hanya pada pembangunan dan penyambungan ruas, tetapi juga memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan keberlanjutan bisnis.

Sebagai penutup, Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berkendara dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, beristirahat saat lelah, serta mematuhi rambu dan arahan petugas demi keselamatan bersama.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update