Notification

×

Iklan

Hoaks Erupsi Gunung Lawu Dibantah Badan Geologi

Kamis, 18 Juni 2026 | 01:20 WIB Last Updated 2026-06-17T18:20:00Z

Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah unggahan di media sosial Threads belakangan ini ramai diperbincangkan karena menyebut bahwa Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar. 

Dalam narasi tersebut juga disebut adanya peningkatan aktivitas lava, pengisian kantong magma, hingga tekanan lempeng dari jalur Bojonegoro. Namun, informasi tersebut telah dipastikan tidak benar.

Badan Geologi dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks. Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa klaim yang beredar di media sosial itu tidak sesuai dengan data ilmiah yang ada.

Sebagai informasi, Gunung Lawu merupakan gunung api yang terletak di wilayah perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magetan. Gunung ini berada pada koordinat sekitar -7.6284 LS dan 111.1942 BT dengan ketinggian mencapai 3.265 meter di atas permukaan laut.

Menurut Lana, Gunung Lawu tergolong gunung api tipe B, yaitu gunung yang tidak tercatat mengalami erupsi magmatik sejak tahun 1600, meskipun masih menunjukkan aktivitas berupa pelepasan gas solfatara.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan letusan Gunung Lawu di masa lalu. Aktivitas yang terpantau saat ini hanya berupa keluarnya gas solfatara di Kawah Candradimuka.

Lebih lanjut, pada tahun 2021 dan 2023, tim dari Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM telah melakukan kajian geokimia di kawasan Gunung Lawu.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa gas yang terdeteksi di Kawah Candradimuka terdiri dari uap air (H₂O), karbon dioksida (CO₂), hidrogen sulfida (H₂S), sulfur dioksida (SO₂), amonia (NH₃), nitrogen (N₂), dan hidrogen (H₂). Komposisi ini dinilai masih normal dan umum ditemukan pada gunung api aktif.

Selain itu, pengukuran suhu di Kawah Candradimuka tercatat sekitar 90 derajat Celsius, yang menunjukkan tidak adanya indikasi kenaikan magma ke permukaan.

Sementara itu, hasil analisis sampel air panas di sekitar Gunung Lawu memang menunjukkan adanya aktivitas magmatik, namun tidak ditemukan perubahan signifikan pada komposisi kimia gas maupun air.

Dengan demikian, Badan Geologi menegaskan bahwa tidak ada indikasi kenaikan fluida atau aktivitas vulkanik yang mengarah pada erupsi seperti yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update