Solok, Rakyatterkini.com – Harga telur ayam ras di Kabupaten Solok mengalami penurunan setelah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Penghentian program tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang menginstruksikan pelaksanaan audit serta evaluasi terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses tersebut berdampak pada jeda operasional program MBG di berbagai daerah selama sekitar tiga pekan.
Maryam, seorang pedagang telur di Pasar Mingguan Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, mengatakan harga telur mulai turun sejak permintaan dari program MBG berkurang.
"Komoditas yang paling terasa penurunannya adalah telur ayam. Saat ini satu papan dijual sekitar Rp56 ribu, padahal ketika program MBG masih berjalan harganya sempat mencapai Rp65 ribu," ujarnya pada Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya lonjakan harga telur dipengaruhi tingginya permintaan dari dapur-dapur SPPG yang memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Bahkan, pembelian telur saat itu dilakukan langsung dari peternak sehingga pasokan di tingkat pedagang menjadi berkurang.
"Permintaan dari dapur SPPG sangat tinggi sehingga harga ikut terdongkrak. Banyak yang membeli langsung ke peternakan, sehingga pedagang kecil seperti kami ikut merasakan dampaknya," jelas Maryam.
Setelah permintaan menurun, ketersediaan telur di pasaran kembali melimpah dan distribusinya menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut dinilai menguntungkan baik bagi pedagang maupun konsumen.
"Syukurlah sekarang stok telur kembali banyak dan mudah diperoleh. Kami sebagai pedagang juga merasa lebih terbantu karena pasokan tersedia," katanya.
Maryam menambahkan, masyarakat turut menyambut baik turunnya harga telur, terutama karena harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih tergolong tinggi.
"Pembeli tentu senang karena harga telur lebih murah. Ini cukup membantu di tengah harga kebutuhan pokok lain yang masih mahal," tutupnya.(da*)


