Padang, Rakyatterkini.com – Masyarakat Kota Padang mulai merasakan dampak kenaikan harga Pertamax yang kini mencapai Rp17.000 per liter. Kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi tersebut membuat pengeluaran harian, baik pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha transportasi, ikut meningkat.
Seorang warga, Ros, ibu rumah tangga di Kota Padang, mengungkapkan bahwa biaya transportasi keluarganya kini menjadi lebih besar dari sebelumnya. Setiap hari ia menggunakan sepeda motor untuk mengantar anaknya ke sekolah dengan jarak sekitar 10 kilometer.
Ia menyebut kenaikan harga BBM ini cukup membebani kondisi keuangan rumah tangga, terlebih di tengah naiknya berbagai kebutuhan pokok lainnya.
“Biasanya masih bisa diatur untuk biaya bensin. Sekarang jadi lebih terasa berat karena harga sudah naik. Padahal setiap hari saya tetap harus antar anak sekolah,” ujarnya kepada infosumbar.net, Kamis (11/6/2026).
Ros menambahkan, penggunaan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama karena dianggap paling praktis untuk aktivitas keluarga. Namun, dengan naiknya harga Pertamax, ia harus lebih ketat dalam mengatur pengeluaran agar kebutuhan lain tetap terpenuhi.
“Kebutuhan transportasi tidak bisa dikurangi karena aktivitas jalan terus. Jadi biasanya kami menyesuaikan di pos pengeluaran lain,” tambahnya.
Dampak serupa juga dirasakan Ali, seorang pengemudi travel antarkota di Sumatera Barat. Ia mengatakan kenaikan harga Pertamax langsung berpengaruh pada biaya operasional harian.
Menurutnya, kendaraan yang ia gunakan bergantung pada Pertamax untuk perjalanan jarak jauh, sehingga kenaikan hingga Rp17.000 per liter cukup signifikan terhadap total biaya operasional.
“Kalau harga bensin naik, otomatis biaya perjalanan ikut naik. Dalam sehari pemakaian BBM cukup banyak, jadi selisih harga ini sangat terasa,” kata Ali.
Meski demikian, ia masih mempertimbangkan langkah yang tepat untuk menyiasati kondisi tersebut. Di satu sisi, ia ingin menjaga tarif agar tetap terjangkau bagi penumpang, tetapi di sisi lain keuntungan usaha semakin menipis akibat biaya operasional yang meningkat.
“Kalau tarif dinaikkan, takutnya penumpang berkurang. Tapi kalau tidak naik, keuntungan makin kecil karena biaya BBM terus naik. Ini yang masih kami pikirkan,” jelasnya.
Ali juga menyebutkan bahwa bahan bakar merupakan komponen terbesar dalam biaya operasional usaha travel, selain perawatan kendaraan dan suku cadang. Oleh karena itu, perubahan harga BBM sangat memengaruhi keberlangsungan usaha transportasi.
Kenaikan harga Pertamax ini tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor transportasi dan jasa yang bergantung pada mobilitas. Jika biaya operasional terus meningkat, para pelaku usaha kemungkinan besar akan menyesuaikan tarif demi menjaga kelangsungan usaha mereka.(da*)


