Notification

×

Iklan

Gajah Jinak Indro Mati di Tesso Nilo, Penyebab Diselidiki

Selasa, 30 Juni 2026 | 12:52 WIB Last Updated 2026-06-30T05:52:00Z

Kondisi Gajah Indro Taman Nasional Tesso Nilo saat ditemukan mati 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Suasana duka menyelimuti kawasan konservasi di Riau setelah gajah Sumatera jinak bernama Indro ditemukan mati di Camp Elephant Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 03.45 WIB.

Gajah jantan yang diperkirakan berusia 45 hingga 46 tahun itu sebelumnya menjalani perawatan intensif oleh tim medis gabungan dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Meski telah mendapat penanganan maksimal, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Indro mulai memburuk sejak malam sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan kritis.

Menurutnya, petugas sempat memberikan bantuan pernapasan sebagai upaya penyelamatan. Namun, setelah dilakukan penanganan, Indro akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada dini hari.

Usai kejadian tersebut, pihak pengelola taman nasional segera melakukan serangkaian tindakan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut. Salah satunya adalah nekropsi atau pemeriksaan bangkai dengan mengambil sejumlah sampel organ yang akan dianalisis di laboratorium.

Heru mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kematian Indro. Setelah proses pemeriksaan selesai, bangkai gajah akan dimakamkan sesuai prosedur.

Ia juga mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian Indro yang selama ini memiliki peran penting sebagai gajah binaan dalam upaya mitigasi konflik antara gajah liar dan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Di sisi lain, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kematian gajah tersebut. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara guna mendukung proses penyelidikan.

Berdasarkan informasi sementara dari tim dokter hewan, kematian Indro diduga berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dipicu menurunnya nafsu makan setelah melewati fase musth, yaitu periode perubahan hormonal pada gajah jantan yang umumnya ditandai dengan meningkatnya tingkat agresivitas.

Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel organ vital yang telah diambil saat proses nekropsi. Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian ilmiah mengenai faktor yang menyebabkan kematian gajah tersebut.

Dengan meninggalnya Indro, kini Camp Elephant Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo masih memiliki lima gajah jinak, yaitu Tesso, Domang, Ria, Lisa, serta seekor anak gajah berusia sekitar dua pekan yang diberi nama Nona Seroja.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update