Notification

×

Iklan

Kelangkaan BBM di Flores Timur Masih Berlanjut

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:13 WIB Last Updated 2026-06-30T06:13:00Z

Antrean mengular panjang di SPBU 01 Larantuka, Selasa (30/6/2026). 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Selasa (30/6/2026). 

Kondisi ini telah berlangsung sejak Senin (29/6/2026) dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Berdasarkan pantauan di SPBU 01 Larantuka pada Selasa pagi, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat sudah terlihat sejak pagi hari dan terus memanjang hingga mendekati siang. Banyak warga terpaksa menunggu selama berjam-jam demi memperoleh BBM bersubsidi.

Seorang warga Larantuka bernama Roni mengaku sudah mencoba mengisi BBM sejak sehari sebelumnya, tetapi gagal karena persediaan telah habis. Ia pun kembali datang lebih awal pada hari berikutnya agar tidak kehabisan stok.

Keluhan juga disampaikan Welhamoris, pengemudi mobil yang ikut mengantre. Menurutnya, pihak SPBU sebaiknya memprioritaskan kebutuhan masyarakat dibandingkan pengecer agar distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Ia mengaku harus segera mengisi bahan bakar karena tangki kendaraannya mulai menipis.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, Tarsisius Kopong, menjelaskan bahwa terbatasnya pasokan BBM bersubsidi disebabkan kuota distribusi untuk triwulan III dari BPH Migas belum diterbitkan.

Ia mengatakan pemerintah daerah sedang menyiapkan surat resmi dari bupati yang akan diajukan kepada BPH Migas guna meminta tambahan kuota BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Menurut Tarsisius, pembatasan pasokan hanya berlaku untuk BBM bersubsidi, sedangkan ketersediaan BBM nonsubsidi masih dalam kondisi aman. Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu SPBU di wilayah Lamawalang telah kehabisan stok, sementara alokasi BBM bersubsidi yang diterima pada bulan ini hanya sekitar 128 kiloliter sehingga belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update