Jakarta, Rakyatterkini.com- Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 10.16 WITA.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut menghasilkan kolom abu yang menjulang hingga kurang lebih 900 meter di atas puncak gunung.
Kolom erupsi terpantau berwarna kelabu dengan kepadatan yang cukup tebal. Sebaran abu vulkanik bergerak ke arah utara hingga timur laut. Aktivitas letusan juga terekam oleh peralatan seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter dan berlangsung selama 149 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, menjelaskan bahwa puncak kolom letusan mencapai sekitar 2.484 meter di atas permukaan laut atau sekitar 900 meter di atas puncak gunung.
Dalam laporan resminya, ia menyebutkan bahwa abu vulkanik terlihat membumbung tinggi dengan warna kelabu pekat dan menyebar ke wilayah utara serta timur laut.
Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, PVMBG mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Lewotobi Laki-laki demi alasan keselamatan.
Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya atau berasal dari sumber yang tidak resmi.
Selain ancaman erupsi, PVMBG mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan apabila turun hujan dengan intensitas tinggi di sekitar kawasan gunung.
Beberapa wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki diminta meningkatkan kewaspadaan, di antaranya Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik juga disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.(da*)


