Pariaman, Rakyatterkini.com– Wilayah Pariaman, Sumatera Barat, kembali mengalami aktivitas gempa bumi selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan ini. Setelah sempat diguncang pada Sabtu pagi, getaran serupa kembali dirasakan warga pada Minggu (21/6/2026) pagi dan sempat membuat masyarakat terkejut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi di barat daya Kota Pariaman pada Minggu (21/6) sekitar pukul 09.33 WIB.
BMKG menjelaskan, pusat gempa berada di wilayah laut pada koordinat 1,28 Lintang Selatan dan 99,82 Bujur Timur, atau sekitar 81 kilometer arah barat daya Pariaman, dengan kedalaman 28 kilometer di bawah permukaan laut.
Getaran gempa tersebut dirasakan cukup luas di berbagai wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dan Bukittinggi. Sejumlah warga mengaku terkejut karena guncangan datang secara tiba-tiba.
“Tidak terlalu kuat, tapi cukup membuat kami keluar rumah untuk memastikan keadaan,” kata Nani, warga Padang Pariaman, Minggu (21/6).
Hal serupa juga dirasakan warga Bukittinggi. Salah seorang warga bernama Caca menyebutkan bahwa meskipun guncangan tidak terlalu besar, getarannya terasa cukup lama sehingga membuat sebagian warga waspada.
Sebelumnya, aktivitas kegempaan di wilayah tersebut sudah terjadi sejak sehari sebelumnya. Pada Sabtu (20/6) pukul 10.25 WIB, gempa bumi tektonik dangkal dengan magnitudo 4,2 juga mengguncang kawasan Pariaman.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa Sabtu berada di laut pada koordinat 1,26 Lintang Selatan dan 99,82 Bujur Timur, di wilayah barat daya Pariaman. Dengan kedalaman yang relatif dangkal, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.
Hingga Minggu siang, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa yang terjadi dua hari berturut-turut ini.
BMKG mengimbau masyarakat di pesisir barat Sumatera Barat, khususnya Pariaman, agar tetap tenang namun selalu waspada. Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dan hanya merujuk pada informasi resmi BMKG.(da*)


