Padang, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi terjadi saat musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa upaya pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Ia mengimbau agar warga tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di area hutan, lahan kosong, semak-semak, serta kawasan gambut.
Menurutnya, kondisi lahan yang mengering selama musim kemarau membuatnya sangat rentan terbakar. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah di sekitar hutan maupun lahan gambut.
Selain itu, BPBD juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya titik api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui layanan Padang Command Center 112 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Hendri juga mengingatkan para pemilik lahan gambut untuk menjaga kelembapan tanah dengan mempertahankan ketinggian air tanah agar tidak mengering. Ia turut mengajak masyarakat untuk melakukan patroli mandiri secara rutin, terutama pada sore hari, guna mendeteksi lebih awal munculnya titik api.
Ia menegaskan bahwa semakin cepat kebakaran terdeteksi, maka proses pemadaman akan lebih mudah dilakukan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menunda pelaporan hingga api membesar.
BPBD Kota Padang juga mengingatkan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak serius, salah satunya kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan. Asap tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti ISPA, iritasi mata, serta berdampak lebih besar bagi anak-anak dan lansia.
Jika terjadi kabut asap yang cukup tebal, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar, menutup pintu dan jendela rumah, serta mengurangi kegiatan di luar ruangan guna meminimalkan risiko kesehatan.
Hendri berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla, sehingga Kota Padang tetap aman, sehat, dan terhindar dari bencana selama musim kemarau.
Ia menutup dengan menekankan bahwa pencegahan jauh lebih mudah dibandingkan penanganan kebakaran, sehingga penting bagi semua pihak untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.(da*)


