Jakarta, Rakyatterkini.com – Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, langsung menatap target tinggi di Australian Open 2026. Setelah berhasil melaju ke perempat final, mereka kini membidik gelar juara, dengan harapan bisa memperbaiki hasil musim lalu yang hanya finis sebagai runner-up.
Duet yang akrab disapa Ana/Trias tersebut memastikan tempat di delapan besar usai menyingkirkan wakil Ukraina, Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, pada babak 16 besar. Pertandingan digelar di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, pada Kamis (11/6/2026).
Ana/Trias tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan dua gim langsung. Mereka menang meyakinkan dengan skor 21-9 dan 21-12 tanpa banyak mendapat perlawanan berarti.
Hasil tersebut menjadi bukti performa solid keduanya sejak awal pertandingan. Mereka mampu mengendalikan jalannya laga dan menjaga konsistensi hingga akhir.
Meilysa Trias mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pertandingan tersebut. Menurutnya, kunci kemenangan terletak pada fokus yang terjaga sepanjang laga.
“Alhamdulillah pertandingan bisa selesai tanpa kendala. Kami berusaha tetap fokus dari awal sampai akhir,” ujar Meilysa, dikutip dari keterangan PBSI.
Sementara itu, Febriana menegaskan bahwa mereka memiliki motivasi besar untuk tampil lebih baik di turnamen kali ini. Ia ingin hasil mereka meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Pada edisi lalu, Ana/Trias memang berhasil mencapai final Australian Open, namun harus puas sebagai runner-up. Kini, mereka bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai dorongan untuk meraih gelar juara.
“Setelah ini kami akan pemulihan dulu dan menambah semangat untuk perempat final, karena semakin jauh babaknya, lawan juga pasti semakin berat. Tahun lalu kami runner-up, tahun ini semoga bisa naik level jadi juara,” kata Febriana.
Ana/Trias juga mengaku mendapatkan pelajaran penting dari pertemuan sebelumnya melawan pasangan yang sama di All England 2026, ketika mereka harus berjuang hingga rubber game.
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini mereka tampil lebih siap di Sydney. Analisis terhadap permainan lawan, termasuk melalui video pertandingan di All England, menjadi salah satu faktor pembeda.
“Kami belajar dari pertemuan di All England lalu yang saat itu menang rubber game. Kali ini kami lebih siap secara strategi dan sudah mempelajari permainan mereka dari video pertandingan sebelumnya,” jelas Febriana.
Strategi tersebut terbukti efektif. Ana/Trias langsung mendominasi gim pertama dan menang jauh 21-9, sebelum kembali mengamankan gim kedua 21-12 meski lawan sempat mencoba bangkit.
Kemenangan ini menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putri Australian Open 2026. Kini, Ana/Trias melangkah ke perempat final dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi, meski tetap menyadari tantangan akan semakin berat di babak selanjutnya.
Mereka pun menegaskan tidak ingin terlena dan akan terus meningkatkan persiapan demi mengejar target besar menjadi juara di turnamen tersebut.(da*)


