Notification

×

Iklan

250 Anak PAUD Pariaman Selatan Tampil di Pentas Seni

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:35 WIB Last Updated 2026-06-14T03:35:00Z

Wali Kota Pariaman Yota Balad ketika membuka Pentas Seni PAUD 

Pariaman, Rakyatterkini.com – Sebanyak 250 anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, ambil bagian dalam kegiatan Pentas Seni PAUD yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota pada Sabtu (13/6/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, Bunda PAUD Kota Pariaman, Yosneli Balad, Ketua GOW Dina Mulyadi, Ketua DWP Nen Afrizal, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher bersama jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Yota Balad menekankan bahwa pentas seni bagi anak usia dini memiliki nilai yang lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Ia menjelaskan, melalui pentas seni anak-anak dilatih untuk berani tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, belajar bekerja sama, serta menghargai setiap proses yang mereka jalani. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anak untuk mengekspresikan diri secara positif.

Yota Balad juga menyoroti pentingnya pendidikan pada usia dini sebagai fondasi dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa pendidikan PAUD tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kreativitas, perkembangan sosial-emosional, serta penanaman nilai budaya dan moral.

Sementara itu, Yosneli Balad menyampaikan apresiasi kepada anak-anak PAUD yang telah menyelesaikan pendidikan selama satu tahun dan bersiap melanjutkan ke jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Ia mengaku bangga melihat keberanian dan kepercayaan diri anak-anak dalam menampilkan bakat mereka di atas panggung.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mendidik anak-anak dengan baik.

Selain itu, Yosneli mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan gawai atau ponsel sebagai sarana utama bermain bagi anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membuat anak sulit lepas dari ketergantungan terhadap perangkat digital.

Ia pun mengajak para guru dan orang tua untuk terus bekerja sama dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat dan siap menghadapi masa depan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update