Notification

×

Iklan

17 Petani Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Nigeria

Minggu, 14 Juni 2026 | 02:09 WIB Last Updated 2026-06-13T19:09:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Sedikitnya 17 petani dilaporkan meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka setelah menjadi korban serangan kelompok bersenjata saat sedang bekerja di area persawahan di Negara Bagian Zamfara, Nigeria, pada Jumat (12/6/2026). Peristiwa tragis tersebut terjadi di wilayah Kota Goron Namaye, Kecamatan Maradun.

Hingga saat ini, belum ada pihak atau kelompok yang secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seorang warga setempat, Shehu Musa, mengungkapkan bahwa para petani saat itu sedang menjalankan aktivitas seperti biasa di ladang mereka sebelum tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang bersenjata. Ia menyebutkan bahwa serangan berlangsung cepat dan brutal hingga menewaskan belasan korban.

“Para petani sedang bekerja di lahan mereka ketika sekelompok bandit datang dan langsung menyerang, menewaskan 17 orang,” ujar Musa kepada AP, Sabtu (13/6/2026). Ia juga menambahkan bahwa sekitar 13 korban lainnya telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, Ketua Pemerintah Daerah Maradun, Sanusi Dosara, menyampaikan bahwa insiden tersebut diduga berkaitan dengan penolakan pemerintah Negara Bagian Zamfara untuk melakukan negosiasi dengan kelompok bersenjata yang aktif di wilayah itu. 

Ia juga meminta aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang diduga bersembunyi di kawasan hutan Bayan-Ruwa.

Selain insiden penyerangan terhadap petani, sehari sebelumnya juga terjadi aksi penculikan di wilayah yang sama. Sebanyak 39 warga dilaporkan diculik di komunitas Magamin Diddi ketika mereka sedang melakukan pertemuan dengan keluarga seorang tokoh kelompok bersenjata, yang bertujuan untuk membahas upaya perdamaian dan meningkatnya kasus penculikan di daerah tersebut.

Kekerasan oleh kelompok bersenjata masih menjadi masalah serius di Nigeria. Selain konflik di wilayah timur laut, negara tersebut juga kerap menghadapi kasus penculikan untuk tebusan serta serangan terhadap warga sipil.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan dan aksi kekerasan bersenjata telah menewaskan ribuan orang serta menyebabkan jutaan lainnya mengungsi dari tempat tinggal mereka. Meski pemerintah di bawah Presiden Bola Tinubu terus berupaya memperbaiki kondisi keamanan, serangan-serangan serupa masih terus terjadi di berbagai wilayah Nigeria.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update