Notification

×

Iklan

Waspada Hantavirus, Kasus dan Kematian Masih Terjadi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:36 WIB Last Updated 2026-05-09T10:36:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang dapat menular ke manusia melalui hewan pengerat seperti tiku. Penularan umumnya terjadi saat seseorang terpapar kotoran, urine, atau air liur hewan yang telah terinfeksi.

Penyakit ini kembali menjadi perhatian global setelah dilaporkan terjadi wabah di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026. 

Dalam kejadian tersebut, tercatat tiga orang meninggal dunia, sementara sekitar delapan lainnya terpapar, dengan lima kasus sudah dipastikan positif dan tiga masih dalam tahap dugaan.

Sebenarnya, virus ini bukan hal baru dan sudah lama ditemukan, termasuk di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan terdapat 23 kasus hantavirus jenis Seoul virus dalam kurun tiga tahun terakhir. 

Dari jumlah tersebut, tiga pasien meninggal dunia, dengan tingkat kematian mencapai sekitar 13 persen.

Sepanjang tahun 2026, tercatat tambahan lima kasus baru yang telah terkonfirmasi. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni enam kasus. 

Selain itu, kasus juga ditemukan di beberapa daerah lain seperti Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara dengan jumlah yang bervariasi.

Gejala infeksi hantavirus biasanya terbagi dalam dua tahap. Tahap awal menyerupai gejala flu, sedangkan tahap lanjutan bisa berkembang menjadi kondisi serius yang menyerang organ penting seperti paru-paru atau ginjal. 

Gejala umumnya muncul dalam rentang waktu satu hingga delapan minggu setelah paparan.

Pada fase awal, yang berlangsung sekitar satu hingga empat hari, penderita biasanya mengalami demam, menggigil, nyeri otot, pusing, sakit kepala, serta gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut.

Jika memasuki fase berat, kondisi pasien bisa memburuk dengan munculnya batuk, sesak napas parah, tekanan darah menurun, hingga gangguan fungsi jantung. Selain itu, infeksi ini juga berpotensi menyebabkan gagal ginjal akut yang ditandai nyeri punggung hebat, munculnya ruam atau bintik merah di kulit.

Upaya pencegahan utama hantavirus adalah dengan menghindari kontak dengan hewan pengerat. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mencegah tikus masuk ke dalam rumah, serta menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berisiko terkontaminasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update