Jakarta, Rakyatterkini.com — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan penghentian sementara konflik antara Rusia dan Ukraina selama tiga hari. Masa jeda pertempuran itu dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu hingga Senin, 9–11 Mei 2026.
Dalam pernyataannya melalui akun media sosial Truth Social pada Jumat (7/5/2026), Trump menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil inisiatif yang ia ajukan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kedua pihak karena bersedia menyetujui usulan tersebut.
Trump menjelaskan bahwa periode gencatan senjata bertepatan dengan peringatan Victory Day pada 9 Mei, yang dirayakan baik oleh Rusia maupun Ukraina sebagai momen penting terkait kemenangan dalam Perang Dunia II.
Selama masa gencatan senjata, seluruh aktivitas militer akan dihentikan sementara. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk melakukan pertukaran masing-masing 1.000 tahanan.
Di sisi lain, proses diplomasi untuk mencapai perdamaian jangka panjang disebut masih terus berlangsung. Trump berharap langkah ini bisa menjadi awal dari berakhirnya konflik yang telah berlangsung lama dan menimbulkan banyak korban.
Pihak Rusia turut mengonfirmasi pengumuman tersebut. Disebutkan bahwa Trump telah melakukan komunikasi langsung dengan Vladimir Putin guna membahas penghentian serangan yang bertepatan dengan peringatan 81 tahun Victory Day, yang menandai kemenangan Uni Soviet sekaligus akhir Perang Dunia II.
Ajudan Presiden Rusia, Yuri Ushakov, menyampaikan bahwa kesepakatan itu dicapai melalui pembicaraan via telepon antara kedua pihak. Ia juga menambahkan bahwa perwakilan Amerika Serikat telah berkomunikasi dengan pemerintah Ukraina terkait hal tersebut.
Menurut Ushakov, dalam percakapan tersebut, Trump dan Putin juga menyinggung hubungan historis kedua negara sebagai sekutu pada masa Perang Dunia II, sekaligus membahas peluang penghentian konflik selama perayaan Victory Day.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga membenarkan adanya permintaan gencatan senjata dari Trump dan menyatakan persetujuannya, termasuk terkait rencana pertukaran tahanan dengan Rusia.
Sebelumnya, Rusia sempat mengumumkan gencatan senjata sepihak selama dua hari pada 8–9 Mei. Sementara itu, Ukraina pernah mengajukan usulan serupa untuk tanggal 5–6 Mei, namun tidak mendapat persetujuan dari pihak Moskow.(da*)


