Notification

×

Iklan

TNI AD Gelar Karya Bakti Besar di Nias dan Mentawai

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:17 WIB Last Updated 2026-05-06T20:17:00Z

Panglima Kodam I/Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa mendampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution memukul gong 

Jakarta, Rakyatterkini.com – TNI Angkatan Darat (AD) resmi memulai program karya bakti berskala besar pada tahun 2026 dengan menetapkan Kepulauan Nias, Sumatera Utara sebagai wilayah prioritas utama, disusul Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.

Program ini dirancang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan fisik maupun sosial di lapangan.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala, khususnya di wilayah Kepulauan Nias dan Mentawai. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi pembukaan akses jalan yang terputus, pembangunan rumah ibadah, perbaikan rumah tidak layak huni, serta penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.

“Intinya satu, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Nias dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah,” ujar Hendy di GOR Pelita, Rabu (6/5/2026).

Selain di Nias, kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Toba, Samosir, Balige, dan Humbang Hasundutan, termasuk Kepulauan Mentawai. Namun demikian, Pulau Nias tetap menjadi fokus utama percepatan pembangunan tahun ini.

Di sektor infrastruktur, TNI AD membangun fasilitas air bersih di 139 titik dengan kedalaman sumur mencapai 80–90 meter. Selain itu, pembangunan jembatan dilakukan di 59 titik, dengan 49 di antaranya berada di Kepulauan Nias. Jenis jembatan yang dibangun beragam, mulai dari jembatan Bailey, Aramco, jembatan gantung, jembatan perintis, hingga jembatan beton.

Hingga saat ini, 11 jembatan dari beberapa tipe tersebut telah selesai dibangun di wilayah tersebut. Hendy berharap keberadaan infrastruktur ini dapat memberikan dampak langsung, terutama bagi akses pendidikan anak-anak.

“Harapannya tidak ada lagi anak sekolah yang harus kehujanan atau basah saat berangkat,” katanya.

Sekitar 1.200 personel TNI AD dilibatkan dalam program ini, dengan rincian 1.100 personel ditempatkan di Kepulauan Nias dan 100 personel di wilayah Toba. Seluruh personel beserta material sudah mulai dimobilisasi sejak awal Mei dan kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2026.

Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga turut digelar, seperti operasi katarak, sunatan massal, pemberian kaki palsu, hingga program reboisasi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut dan menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam pembangunan nasional.

“Program ini memberikan manfaat nyata, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga sosial dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa konsep karya bakti di Kepulauan Nias dapat menjadi model pembangunan berbasis kolaborasi antara TNI dan masyarakat yang bisa diterapkan di daerah lain.

Kegiatan pembukaan sendiri digelar di Lapangan GOR Pelita, Gunungsitoli, ditandai dengan pemukulan gong oleh gubernur bersama Pangdam I/Bukit Barisan, serta dihadiri kepala daerah se-Kepulauan Nias dan jajaran Kodim serta Korem.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update