Padang, Rakyatterkini.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat masih ada delapan puskesmas di wilayah tersebut yang belum memiliki tenaga kesehatan secara lengkap dan masih membutuhkan tambahan SDM untuk optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Aklima, menyampaikan hal tersebut di Kota Padang, Kamis. Ia menjelaskan bahwa kekurangan tenaga kesehatan itu tersebar di beberapa daerah.
“Masih ada delapan puskesmas yang memerlukan tambahan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Rinciannya, masing-masing tiga puskesmas berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Solok, sementara satu puskesmas lainnya berada di Kabupaten Lima Puluh Kota dan satu lagi di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurut Aklima, puskesmas-puskesmas tersebut belum sepenuhnya memiliki komposisi tenaga kesehatan yang lengkap sesuai standar pelayanan, seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, ahli gizi, hingga tenaga laboratorium medis.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara umum ratusan puskesmas yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumbar sudah terpenuhi kebutuhan tenaga kesehatannya.
Sementara itu, dari total 25 rumah sakit umum daerah (RSUD) di Sumbar, baru 16 rumah sakit yang telah memiliki kelengkapan tujuh jenis dokter spesialis. Artinya, masih terdapat 10 RSUD yang belum memenuhi standar tersebut.
Beberapa RSUD yang masih kekurangan dokter spesialis di antaranya RSUD Tapan, RSUD Ahmad Syafii Maarif, RSUD Kamang Baru, RSUD Tuanku Rao, RSUD Kepulauan Mentawai, RSUD Sungai Rumbai, RSUD Batang Sangir, RSUD Pasaman Barat, RSUD Serambi Madinah, dan RSUD dr. Sadikin.
Meski masih ada kekurangan, Aklima menegaskan bahwa Sumatera Barat sudah memiliki rumah sakit kelas A, yaitu RSUP Dr. M. Djamil Padang yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Rumah sakit ini menjadi fasilitas rujukan utama di wilayah Sumbar.
Di sisi lain, pembangunan sektor kesehatan turut berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar pada periode 2024–2025 berada di peringkat keenam secara nasional.
Pada tahun 2025, IPM Sumbar tercatat sebesar 77,27, meningkat 0,84 poin atau tumbuh sekitar 1,1 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 76,43.(da*)


