Jakarta, Rakyatterkini.com – Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memprediksi suhu di kawasan Arafah akan mencapai sekitar 45 derajat Celsius pada puncak ibadah haji, yakni saat pelaksanaan Wukuf, Selasa (26/5/2026). Kondisi cuaca juga diperkirakan disertai angin berkecepatan 26 km per jam serta tingkat kelembapan sekitar 36 persen.
Berdasarkan catatan NCM, Arafah menjadi wilayah dengan suhu tertinggi dibandingkan lokasi-lokasi suci lainnya sejak awal musim haji tahun ini. Bahkan, dalam beberapa hari sebelumnya, suhu ekstrem di kawasan tersebut sempat menyentuh rekor hingga 48 derajat Celsius pada Sabtu pekan lalu.
Lembaga meteorologi itu juga memperkirakan suhu panas ekstrem akan berlangsung selama beberapa jam pada siang hari saat puncak Wukuf, terutama pada waktu setempat di Arafah.
Juru Bicara NCM, Hussein Al Qahtani, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di seluruh kawasan suci secara real time melalui jaringan stasiun pemantau modern yang tersebar di berbagai titik.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk tetap waspada terhadap cuaca panas, dengan menghindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan payung guna mencegah kelelahan akibat suhu tinggi.
Sementara itu, jutaan jemaah haji dari berbagai negara telah mulai menjalani rangkaian puncak ibadah Wukuf di Arafah pada Selasa ini. Sehari sebelumnya, Senin (25/5/2026), mereka lebih dahulu melaksanakan ibadah Tarwiyah di Mina sebagai persiapan menuju Wukuf.
Selama Wukuf yang berlangsung sejak setelah Zuhur hingga Magrib, para jemaah melaksanakan berbagai ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, hingga mengikuti ceramah keagamaan. Sebagian jemaah juga biasanya mendatangi Jabal Rahmah untuk berdoa meski berada di bawah terik matahari.
Adapun pada hari Tarwiyah di Mina, suhu udara juga tercatat tinggi hingga 45 derajat Celsius, dengan kondisi angin mencapai 26 km per jam dan kelembapan udara sekitar 36 persen.(da*)


