Notification

×

Iklan

Semen Padang Dorong Pengolahan Sampah Lewat Maggot BSF

Kamis, 21 Mei 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-05-20T17:45:00Z

PT Semen Padang Edukasi Pesantren MTI Kapau

Padang, Rakyatterkini.com – PT Semen Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mendukung penyelenggaraan Workshop Pengolahan Sampah Organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FMIPA Universitas Andalas dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat, yang digelar di kawasan Belimbing Indah pada Selasa (19/5/2026).

Workshop tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran Pondok Pesantren MTI Kapau. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan, tetapi juga dilatih secara langsung mengenai teknik budidaya maggot BSF sebagai solusi efektif dalam mengurangi limbah organik yang memiliki nilai ekonomis.

Para peserta dari lingkungan pesantren terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap sesi, baik teori maupun praktik. Mereka diajak memahami bahwa sampah organik bukan sekadar limbah, melainkan dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra, Ketua MTI Kapau Ilham, Kepala Produksi 1 S2 Samsuardi, serta akademisi dan peneliti dari Universitas Andalas, Resti Rahayu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Ia menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjalankan program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, edukasi tentang pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot BSF menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Partisipasi kami dalam kegiatan ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” ujar Win.

Sementara itu, Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Harnes, menambahkan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan edukatif yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat, sehingga budidaya maggot BSF ini benar-benar dimanfaatkan, baik untuk mengurangi sampah organik maupun sebagai peluang ekonomi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa budidaya maggot merupakan salah satu metode efektif dalam mengelola limbah organik. Selain mampu mengurai sampah rumah tangga dengan cepat, maggot BSF juga memiliki nilai jual karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bahan pupuk organik.

Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi, yang membuka acara tersebut, mengapresiasi sinergi antara PT Semen Padang, DLH, dan FMIPA Universitas Andalas. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran lingkungan di masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas, Admi Nazra, juga menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa permasalahan sampah organik perlu ditangani dengan pendekatan ilmiah dan partisipatif. Oleh karena itu, edukasi tentang budidaya maggot BSF dinilai sangat relevan untuk diterapkan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.

Dalam sesi praktik, peserta diperlihatkan langsung proses budidaya maggot, mulai dari penyiapan media, pengolahan limbah organik, hingga teknik pemeliharaan larva. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mengikuti demonstrasi pengolahan sampah menjadi pakan maggot.

Selain aspek lingkungan, peserta juga diberikan wawasan mengenai peluang ekonomi dari budidaya maggot. 

Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan ini berpotensi menjadi usaha baru yang menjanjikan, terutama untuk mendukung sektor peternakan dan pertanian organik.

Melalui kolaborasi antara PT Semen Padang, FMIPA Universitas Andalas, dan DLH Provinsi Sumatera Barat, diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan individu-individu yang menjadi penggerak perubahan di masyarakat. 

Mereka tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri ini menjadi contoh nyata bahwa upaya pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat di Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update