Notification

×

Iklan

Rest Area JTTS Dorong UMKM Naik Kelas

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:39 WIB Last Updated 2026-05-10T10:39:00Z

Salah satu rest area di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). 

Padang, Rakyatterkini.com – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tidak hanya difungsikan sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah yang dilintasi.

Karena itu, PT Hutama Karya (Persero) terus menghadirkan rest area di sejumlah ruas JTTS sebagai wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menjelaskan rest area memiliki fungsi penting sebagai pusat aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tol. 

Selain menjadi tempat beristirahat bagi pengguna jalan, rest area juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk unggulan daerah agar lebih dikenal luas, khususnya oleh pengguna jalan tol yang melintasi berbagai wilayah di Sumatera.

Menurutnya, keberadaan JTTS tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Melalui fasilitas rest area, UMKM lokal dapat memasarkan produknya, memperluas jaringan konsumen, serta berkembang seiring meningkatnya konektivitas antarwilayah.

Ia menambahkan, saat ini lebih dari 460 UMKM telah beroperasi di 29 rest area yang tersebar di sepanjang JTTS. Kehadiran mereka merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya agar pembangunan infrastruktur tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Dalam pengelolaan rest area, Hutama Karya memberi perhatian besar pada keterlibatan pelaku usaha lokal. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2023 yang mewajibkan minimal 30 persen area komersial dialokasikan untuk UMKM.

Hutama Karya bahkan memberikan porsi lebih besar dengan memprioritaskan sekitar 70 persen tenant bagi UMKM. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kuliner khas daerah hingga kebutuhan pengguna jalan.

Program pemberdayaan UMKM di rest area JTTS juga menjadi upaya untuk memperluas akses usaha bagi pelaku lokal. Melalui program ini, UMKM tidak hanya mendapatkan tempat usaha dengan biaya sewa lebih terjangkau, tetapi juga peluang menjangkau pasar yang lebih luas serta dukungan pengembangan usaha.

Selain menyediakan tempat berjualan, Hutama Karya juga aktif memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas bisnis UMKM. Bekerja sama dengan mitra pembinaan, berbagai kegiatan dilakukan seperti demo memasak, penerapan sistem pembayaran digital melalui QRIS, pelatihan penyusunan laporan keuangan, hingga strategi promosi produk. Sejak 2023, sekitar 170 UMKM telah mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.

Hutama Karya juga menggandeng pemerintah daerah untuk menyediakan ruang promosi gratis bagi produk khas daerah. Langkah ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat yang bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan ekonomi daerah di sekitar JTTS.

Dari sisi permodalan, perusahaan turut bekerja sama dengan Bank BRI melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) guna membantu pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

Untuk memastikan program berjalan optimal, jajaran Hutama Karya, termasuk Iwan Hermawan dan Plt EVP Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Ni Putu Oki Wirastuti, melakukan peninjauan langsung ke Rest Area KM 163 Jalur A Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung pada 6 Mei 2026. Peninjauan ini bertujuan mengevaluasi kesiapan fasilitas, kualitas layanan, serta potensi pengembangan tenant UMKM.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Hutama Karya juga memberikan promo potongan biaya sewa tenant hingga 50 persen bagi UMKM. Program ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang di lokasi strategis sepanjang JTTS.

Skema promo tersebut berlaku dengan ketentuan tertentu, di mana penyewa dengan masa sewa minimal tiga bulan akan mendapatkan tambahan masa sewa hingga enam bulan. 

Sementara penyewaan enam bulan akan diperpanjang menjadi satu tahun, dan berlaku seterusnya dengan pola yang sama. Dengan kebijakan ini, pelaku usaha memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pelanggan.

Rest area JTTS juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet bersih, masjid yang nyaman, area parkir luas, serta tempat duduk yang memadai. Kehadiran fasilitas ini menjadikan rest area tidak hanya sebagai tempat istirahat, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi yang potensial.

Iwan menegaskan, melalui berbagai program tersebut, Hutama Karya ingin menjadikan rest area sebagai ruang ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi UMKM, pengguna jalan tol, serta masyarakat di sekitarnya.

Saat ini, ratusan UMKM telah tersebar di berbagai ruas JTTS, di antaranya Sigli–Banda Aceh, Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Pekanbaru–Dumai, Pekanbaru–Bangkinang–Koto Kampar, Padang–Sicincin, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Indralaya–Prabumulih, hingga Bengkulu–Taba Penanjung. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update