Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat menunjukkan hasil yang sangat positif.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat proses rehabilitasi sekitar 4.000 hektar lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor telah selesai sepenuhnya atau mencapai 100 persen.
Menariknya, pemulihan fisik lahan tersebut berhasil dirampungkan hanya dalam waktu 23 hari, lebih cepat dibandingkan target awal yang ditetapkan selama satu bulan.
Untuk memastikan langsung kondisi di lapangan, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto, melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi penting di Kabupaten Padang Pariaman pada Sabtu (16/5/2026).
Dalam kunjungan itu, Hermanto didampingi Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, meninjau lahan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah di kawasan Asam Pulau Kayu Tanam. Rombongan juga mengecek perkembangan pemulihan lahan di Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung.
Hermanto menegaskan bahwa target rehabilitasi yang telah disepakati bersama Menteri Pertanian kini telah tuntas di bulan Mei.
“Komitmen kami bersama Pak Menteri untuk menyelesaikan rehabilitasi lahan pascabencana di Sumatera Barat sudah tercapai. Hari ini kami melihat langsung di Padang Pariaman dan hasilnya sudah selesai,” ujarnya saat peninjauan.
Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 95 persen dari total lahan yang direhabilitasi sudah kembali produktif dan ditanami oleh petani, sementara sisanya masih dalam tahap penanaman.
“Sebagian besar lahan sudah kembali ditanami. Hanya sekitar lima persen yang masih proses tanam. Ini kabar baik karena aktivitas pertanian mulai normal kembali,” jelasnya.
Selain perbaikan lahan, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, salah satunya pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai yang rawan meluap agar tidak kembali merusak area persawahan.
“Kami lihat langsung, sekarang sudah dibangun tanggul di beberapa titik sungai. Ini penting untuk melindungi sawah dari risiko banjir,” tambahnya.
Kementan juga berkomitmen mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi tersier agar suplai air ke lahan pertanian tetap terjaga.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyambut baik percepatan pemulihan yang dilakukan pemerintah pusat. Ia menilai kehadiran Kementan memberikan semangat baru bagi para petani yang terdampak bencana.
“Kami sudah menyiapkan proposal untuk tindak lanjut program ini. Kehadiran Dirjen memastikan bahwa pemulihan yang dijanjikan benar-benar terlaksana,” kata Bupati yang akrab disapa JKA tersebut.
Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementan, Pemerintah Provinsi Sumbar, hingga kelompok tani yang membuat proses pemulihan berjalan lebih cepat dari target.
“Atas dukungan semua pihak, kami berterima kasih. Semoga seluruh lahan yang terdampak bisa segera pulih total dan petani kembali beraktivitas normal,” ujarnya.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, turut hadir jajaran Dinas Pertanian Sumbar, anggota DPRD daerah setempat Rahmad Mamudal, perangkat daerah, camat, wali nagari, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani.(da*)


