Notification

×

Iklan

Persipura Gagal Promosi, Kalah 0-1 dari Adhyaksa FC

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:11 WIB Last Updated 2026-05-09T00:27:51Z

Laga play-off promosi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir ricuh.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Mimpi Persipura Jayapura untuk kembali berlaga di Liga 1 harus kandas setelah mereka takluk 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026. 

Pertandingan yang digelar di Stadion Lukas Enembe pada Jumat (8/5/2026) itu berakhir dengan insiden kericuhan besar hingga aksi pembakaran ban di sekitar area stadion.

Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh Adilson Silva pada masa injury time babak pertama. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Adhyaksa FC sekaligus memastikan Persipura belum berhasil naik kasta ke kompetisi tertinggi musim depan.

Usai wasit Asker Nadjfaliev meniup peluit panjang, suasana langsung memanas. Ribuan pendukung yang kecewa meluapkan emosi dengan melempar botol, flare, serta berbagai benda ke arah lapangan dan petugas keamanan.

Situasi semakin tidak terkendali ketika ratusan suporter memasuki area lapangan dan merusak sejumlah fasilitas stadion, seperti bangku pemain, kaca pintu masuk, hingga perlengkapan pertandingan lainnya.

Kericuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga merembet ke luar. Massa dilaporkan membakar ban di jalan raya dan merusak beberapa kendaraan, termasuk kendaraan milik aparat keamanan.

Ketegangan dipicu oleh kekecewaan suporter terhadap beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial sepanjang laga. Selain itu, tidak digunakannya teknologi VAR dalam momen-momen krusial juga menjadi sorotan penonton.

Situasi makin panas saat aparat mencoba membubarkan massa yang bergerak ke tengah lapangan. Petugas keamanan bahkan sempat mendapat lemparan botol dan kaleng saat mengevakuasi pemain serta ofisial Adhyaksa FC.

Aparat gabungan kemudian membentuk barikade untuk mengamankan seluruh pemain dan ofisial menuju ruang ganti. Kondisi yang belum kondusif membuat para pemain dari kedua tim sempat tertahan di area stadion.

Di tengah kekacauan, flare kembali dinyalakan sehingga asap tebal menutupi Stadion Lukas Enembe. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, yang membuat sebagian penonton panik saat meninggalkan tribun.

Hingga Jumat malam, aparat masih berjaga di sekitar stadion menggunakan kendaraan taktis untuk mengantisipasi kemungkinan kericuhan susulan. Polisi juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang diduga memicu aksi anarkis tersebut.

Kegagalan promosi ini menjadi pukulan berat bagi pendukung Persipura di Papua yang berharap tim kebanggaan mereka kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah berjuang bangkit dari degradasi.

“Sangat kecewa, kami datang dengan harapan besar. Tapi inilah sepak bola, kami tetap akan mendukung Persipura,” ujar salah satu suporter di luar stadion, dikutip dari iNews Sorong Raya.

Pihak panitia pelaksana bersama aparat keamanan mengimbau seluruh suporter agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan banyak pihak setelah pertandingan berakhir.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update