Padang, Rakyatterkini.com – Pihak kepolisian berencana memeriksa dua dokter dari Semen Padang Hospital (SPH) terkait kasus meninggalnya Cindy Desta Nanda (28) di kawasan Glamping Lakeside, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada 9 Oktober 2025 lalu.
Cindy diketahui meninggal dunia saat sedang berbulan madu bersama suaminya, Gilang Kurniawan (28). Pasangan pengantin baru itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kamar mandi glamping.
Kuat dugaan keduanya mengalami keracunan karbon monoksida yang berasal dari gas pada perangkat pemanas air (water heater). Cindy dinyatakan meninggal di puskesmas setempat, sementara Gilang sempat kritis sebelum akhirnya dirujuk ke SPH di Padang.
Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo Ainulaki, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap dua dokter SPH dilakukan untuk memperjelas penyebab kematian korban. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan.
“Penyidik akan memeriksa dua dokter SPH pada minggu depan. Keterangan mereka sangat dibutuhkan untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya seperti dikutip dari Langgam.id, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, pihak kepolisian sudah mengirimkan surat resmi ke manajemen SPH terkait permintaan pemeriksaan tersebut. Surat itu ditujukan kepada dokter yang menangani kondisi Gilang selama perawatan di rumah sakit.
“Surat pemanggilan sudah kami kirim hari ini. Jadwal pemeriksaan menunggu koordinasi dengan pihak SPH, yang pasti dilaksanakan minggu depan,” tambahnya.
Setelah keterangan dari dokter SPH diperoleh, penyidik akan melanjutkan dengan gelar perkara untuk menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kasus ini.
Jika nantinya ditemukan indikasi kelalaian yang mengarah pada pidana, status perkara akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Saat ini masih tahap penyelidikan. Sebelumnya kami juga sudah memeriksa empat saksi, termasuk korban selamat dan pengelola glamping,” tutupnya.(da*)


