Solsel, Rakyatterkini.com – Rusdi Asmi (30), seorang penyandang disabilitas yang berasal dari Padang Gantiang, Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan berbagai keterbatasan.
Kondisi fisiknya yang tidak lagi leluasa bergerak membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menghadapi keadaan ini sendirian.
Sang ibu, Upiak, dengan penuh kesetiaan terus mendampingi dan merawat Rusdi. Di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi, Upiak tetap berupaya memenuhi kebutuhan anaknya. Di balik kelelahan yang tampak, tersimpan harapan sederhana agar Rusdi tetap dapat menjalani hidup dengan layak.
Perhatian terhadap kondisi keluarga ini juga datang dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat sekitar turut menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan secara gotong royong, sehingga mereka tidak merasa terabaikan.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Solok Selatan, Nurhayati, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan keluarga tersebut memperoleh bantuan sosial secara berkesinambungan.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak bersifat sekali saja, melainkan rutin dan akan terus diusahakan keberlanjutannya. Hal ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapat perhatian.
Sejak Januari 2024 hingga Maret 2025, keluarga Rusdi telah menerima bantuan sembako melalui PT Pos Indonesia sebesar Rp200 ribu setiap bulan. Selanjutnya, pada April 2025, mereka juga mendapatkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Sentra Terpadu Inten Soeweno Kementerian Sosial RI. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pangan seperti susu, kacang hijau, sarden, madu, beras, dan gula merah, yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Bantuan tersebut disalurkan melalui koordinasi antara Dinsos PMD dan masyarakat nagari setempat. Selain itu, pada Februari dan Maret 2026, keluarga ini kembali memperoleh bantuan pangan tahap pertama berupa beras 10 kilogram serta minyak goreng sebanyak 2 liter.
Dukungan juga datang dari pemerintah nagari bersama pihak kepolisian. Sepanjang tahun 2026, mereka turut memberikan bantuan berupa beras 10 kilogram, dua tray telur ayam, satu kardus mie instan, serta tambahan kebutuhan lainnya seperti kue kering, kecap, dan bahan makanan lain.
Nurhayati menegaskan bahwa penanganan terhadap masyarakat rentan memerlukan kerja sama semua pihak. Menurutnya, bukan hanya bantuan materi yang dibutuhkan, tetapi juga perhatian dan kepedulian bersama agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi kehidupan.(da*)


