Notification

×

Iklan

Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh Positif di Triwulan I 2026

Senin, 25 Mei 2026 | 13:17 WIB Last Updated 2026-05-25T06:17:00Z

Ilustrasi

Padang, Rakyatterkini.com – Industri perbankan syariah di Sumatera Barat mencatatkan kinerja yang tetap positif pada triwulan I 2026. Di tengah penguatan sektor jasa keuangan daerah, seluruh indikator utama seperti aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan yang solid dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Maret 2026 total aset perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp 14,84 triliun, tumbuh 13,30 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi penyaluran pembiayaan, tercatat sebesar Rp 12,71 triliun atau meningkat 14,68 persen dibandingkan Maret 2025. Capaian ini menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan berbasis syariah di daerah tersebut.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tetap mengalami pertumbuhan. Per Maret 2026, DPK perbankan syariah tercatat sebesar Rp 11,27 triliun, naik 3,04 persen secara tahunan.

Meski demikian, kualitas pembiayaan masih berada dalam kondisi terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,75 persen. Angka ini memang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 1,49 persen, namun masih dalam batas aman industri perbankan.

Secara umum, kinerja positif perbankan syariah turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor jasa keuangan di Sumatera Barat. OJK mencatat, perekonomian daerah ini tumbuh sebesar 5,02 persen (yoy) pada triwulan I 2026.

Hingga Maret 2026, total aset perbankan di Sumatera Barat secara keseluruhan mencapai Rp 86,74 triliun atau naik 3,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat Rp 75,50 triliun, dengan penghimpunan DPK sebesar Rp 62,92 triliun.

Kepala OJK, Roni Nazra, menegaskan bahwa sektor jasa keuangan daerah masih menunjukkan ketahanan yang kuat dan berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

OJK juga menilai, stabilitas sektor keuangan yang terjaga menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung keberlanjutan pemulihan serta pembangunan ekonomi di Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update