Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian menyiapkan program perbaikan bagi 8.000 unit rumah milik penderita tuberkulosis (TBC) dari kalangan ekonomi lemah di berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan difokuskan kepada pasien TBC yang masuk kategori masyarakat desil 1 hingga 4 atau kelompok berpenghasilan rendah.
Ia menuturkan, program ini menyasar warga kurang mampu yang mengidap TBC agar mendapatkan hunian yang lebih layak. Menurutnya, kondisi tempat tinggal yang sehat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pasien.
Program renovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, khususnya antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan telah mengumpulkan data sekitar 5.700 rumah pasien TBC yang akan diperbaiki. Data tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Benjamin menambahkan, masih dibutuhkan sekitar 2.300 data tambahan yang akan segera dilengkapi dan diserahkan kepada kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.
Untuk itu, ia meminta seluruh Dinas Kesehatan di daerah, termasuk di Sumatera Barat, agar segera melakukan pendataan pasien TBC dari kelompok desil 1 hingga 4. Ia berharap dari Sumbar dapat terkumpul minimal 200 hingga 300 data rumah yang layak mendapatkan bantuan, sehingga pada Juli mendatang program ini dapat mulai direalisasikan.
Selain bantuan renovasi rumah, pemerintah juga menggandeng kementerian lain guna meringankan beban ekonomi pasien TBC. Di antaranya melalui dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan berupa bantuan beras terjangkau, serta Kementerian Sosial yang menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp200 ribu setiap bulan.
Sementara itu, estimasi jumlah kasus TBC di Sumatera Barat pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 25.037 kasus. Namun, tingkat penemuan kasus baru masih berada di kisaran 62 persen atau sekitar 15.523 orang.(da*)


