Notification

×

Iklan

Pemerintah Siapkan Insentif EV 100 Ribu Unit pada 2026

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:16 WIB Last Updated 2026-05-06T21:16:00Z

PLN operasikan 616 SPKLU di 237 lokasi di Indonesia

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan program insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan target masing-masing 100 ribu unit untuk mobil dan motor listrik pada tahun 2026.

Ia menjelaskan bahwa jika kuota 100 ribu unit tersebut habis, pemerintah akan menambah kembali alokasinya. Namun, detail mekanisme pelaksanaannya akan dipaparkan lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Untuk tahap awal 100 ribu unit, kalau sudah terpenuhi akan ditambah lagi. Skema lengkapnya nanti dijelaskan oleh Menteri Perindustrian dan Menko Perekonomian,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Menurutnya, rincian teknis terkait program tersebut akan diumumkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sementara itu, pemerintah memperkirakan bantuan untuk motor listrik berada di kisaran Rp5 juta per unit, meskipun angka finalnya masih dalam tahap pembahasan antar kementerian terkait.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk mendorong peningkatan konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

“Melalui insentif kendaraan listrik, kita bisa menekan konsumsi BBM sekaligus memperkuat ketahanan fiskal dan ekonomi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi, khususnya pada paruh kedua tahun berjalan.

Di sisi lain, kebijakan insentif kendaraan listrik ini diharapkan mampu memperkuat industri manufaktur dalam negeri serta mendukung keberlanjutan lapangan kerja di sektor otomotif.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemberian insentif EV semakin penting, tidak hanya untuk menurunkan emisi, tetapi juga sebagai respons terhadap perubahan arah industri otomotif global yang kini semakin beralih ke kendaraan listrik, di tengah ketidakpastian kondisi energi dan geopolitik.

Selain program tersebut, pemerintah juga tengah mengkaji langkah strategis untuk meningkatkan ekspor produk-produk manufaktur Indonesia ke pasar internasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update