Notification

×

Iklan

Padang Berpeluang Masuk Jaringan Kota Gastronomi UNESCO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:44 WIB Last Updated 2026-05-30T04:44:00Z

Wali Kota Padang, Fadly Amran sedang berdialog

Padang, Rakyatterkini.com — Kota Padang dinilai memiliki potensi besar untuk masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada kategori gastronomi. Penilaian tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Kuliner Indonesia, Ray Janson, dalam gelaran Ubud Food Festival XI Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Kuliner Ubud, Bali, Jumat (29/5/2026).

Ray menyebutkan bahwa kekayaan rasa, kuatnya tradisi kuliner Minangkabau, serta komitmen pemerintah daerah menjadi modal penting bagi Kota Padang untuk meraih predikat sebagai City of Gastronomy UNESCO.

“Dengan keseriusan dan komitmen Wali Kota, ditambah kekayaan cita rasa yang dimiliki, Padang memiliki peluang besar menjadi kota gastronomi dunia,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Kominfo.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Ubud Food Festival yang tahun ini menghadirkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebagai pembicara utama. Dalam kesempatan itu, Fadly memaparkan berbagai potensi kuliner dan budaya Kota Padang sebagai bagian dari upaya menuju pengakuan internasional di bidang gastronomi.

Fadly menjelaskan, Pemerintah Kota Padang menargetkan bisa bergabung dalam jaringan UCCN pada tahun 2027. Oleh karena itu, keikutsertaan delegasi Padang dalam ajang kuliner internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi daerah ke tingkat global.

“Kami ingin Kota Padang diakui sebagai salah satu kota gastronomi dunia dalam UNESCO Creative Cities Network. Targetnya 2027. Kehadiran delegasi Padang di Ubud Food Festival ini adalah bukti keseriusan kami,” kata Fadly.

Ia juga menegaskan bahwa Padang memiliki fondasi kuat dalam pengembangan identitas gastronomi. Selain terkenal dengan kuliner khas Minangkabau, kota ini juga memiliki sejarah panjang serta dinamika budaya yang memperkaya ragam cita rasa hingga saat ini.

Menurutnya, konsep “Urang Padang Jalan Barampek” tidak hanya mencerminkan sejarah migrasi masyarakat Minangkabau, tetapi juga menjadi simbol akulturasi budaya yang ikut memperkaya tradisi kuliner daerah.

“Padang punya sejarah, budaya, dan kuliner yang lengkap. Itu menjadi kekuatan utama yang bisa kita perkenalkan ke dunia,” ujarnya.

Selain sebagai ajang promosi kuliner, kehadiran Pemerintah Kota Padang dalam Ubud Food Festival juga dimanfaatkan untuk mempelajari pengelolaan festival gastronomi yang telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata nasional.

Fadly berharap pengalaman dari festival tersebut dapat menjadi referensi dalam penyelenggaraan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 pada Agustus mendatang.

“Kepala Dinas Pariwisata juga ikut hadir. Harapannya, Ubud Food Festival ini bisa menjadi inspirasi untuk HJK Padang ke-357 nanti,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Padang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Teddy Antonius, serta perwakilan Hexa Helix Gastronomi Kota Padang. Kolaborasi berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk memperkuat langkah Padang menuju pengakuan sebagai kota gastronomi dunia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update