Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang pengemudi ojek online bernama Farizi menerima pesanan untuk mengantarkan sebuah handphone dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menuju Bekasi, Jawa Barat. Namun di tengah perjalanan, ia mulai merasa ada kejanggalan hingga akhirnya terungkap bahwa ponsel tersebut merupakan barang hasil pencurian.
Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Adi Wijaya, menjelaskan bahwa kecurigaan muncul karena perangkat yang dikirim masih terpasang kartu SIM. “Pengemudi ojol ini merasa aneh karena HP yang dikirim masih ada SIM card di dalamnya. Setelah dicek, ternyata benar itu barang curian,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Kisah tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram resmi Polsek Metro Gambir. Sejak awal menerima pesanan dari Tanah Abang, Farizi sudah merasa ada hal yang tidak beres, apalagi pengirim sempat meminta dirinya tidak banyak bertanya dan langsung mengantar barang ke tujuan.
Saat perjalanan menuju Bekasi, Farizi memutuskan berhenti di pinggir jalan untuk memeriksa ponsel tersebut. Ia kemudian mencoba memasukkan kartu SIM ke dalam perangkat dan mendapati notifikasi mencurigakan.
Ketika diaktifkan, muncul pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa ponsel tersebut sedang dicuri. Hal ini semakin menguatkan dugaan Farizi bahwa barang yang dibawanya merupakan hasil kejahatan.
Ia pun segera menghubungi nomor yang mengirimkan pesan tersebut dan sepakat untuk bertemu dengan pemilik asli di Polsek Metro Gambir. Pertemuan berlangsung di ruang pelayanan SPKT.
Korban menjelaskan bahwa ponselnya hilang saat berada di Stasiun Tanah Abang, diduga dicopet oleh pelaku yang kemudian menyamarkan aksinya dengan mengirimkan barang tersebut melalui layanan ojol.
Pihak kepolisian mengapresiasi tindakan Farizi yang sigap dan waspada. Kejujuran serta kehati-hatiannya dinilai membantu mengungkap tindak kejahatan dan mengembalikan barang milik korban.(da*)


