Notification

×

Iklan

LPTQ Sumbar Matangkan Program Kerja 2026–2027

Jumat, 08 Mei 2026 | 23:45 WIB Last Updated 2026-05-08T16:45:00Z

Pengurus LPTQ) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) rapat kerja 

Padang, Rakyatterkini.com — Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumatera Barat menggelar rapat kerja untuk memantapkan penyusunan program prioritas sekaligus perencanaan kebutuhan anggaran tahun 2026 dan 2027. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar, Jumat (8/5/2026).

Rapat dipimpin oleh Ketua Harian LPTQ Sumbar, Prof. Ikhwan Matondang dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta perwakilan dari masing-masing bidang di lingkungan LPTQ Sumbar.

Sekretaris II LPTQ Sumbar, Afrizal menjelaskan bahwa rapat ini merupakan kelanjutan dari koordinasi awal yang telah dilakukan pada akhir Februari lalu. Pada pertemuan sebelumnya, telah dibahas rancangan program kerja serta estimasi kebutuhan anggaran organisasi untuk dua tahun anggaran ke depan.

Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi tahap penting untuk merumuskan program-program utama beserta rincian anggarannya agar seluruh kegiatan LPTQ ke depan bisa berjalan lebih terencana, jelas, dan terukur.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Sumbar, Prof. Ikhwan Matondang menyampaikan bahwa meskipun penyusunan program kerja masih berjalan, beberapa kegiatan strategis sudah lebih dulu dilaksanakan. Hal ini dilakukan karena adanya kebutuhan organisasi yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda.

Salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah proses seleksi kafilah Sumatera Barat untuk persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026 yang dilaksanakan pada akhir April lalu.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian dokumen program kerja serta rincian anggaran, mengingat proses penganggaran di pemerintah daerah sedang berlangsung, termasuk untuk perubahan anggaran tahun 2026.

Dalam pemaparannya, Ikhwan menyebutkan bahwa pada anggaran perubahan 2026, LPTQ Sumbar diperkirakan memperoleh dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Sumbar sekitar Rp300 juta. Sedangkan pada 2027, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp1 miliar.

Menurutnya, penyusunan anggaran harus dilakukan secara realistis dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan, karena keterbatasan dana dari pemerintah daerah maupun sponsor perlu disikapi dengan bijak.

Ia juga meminta seluruh bidang agar segera menyerahkan usulan program paling lambat Minggu (10/5/2026). Usulan tersebut mencakup program unggulan sekaligus rincian anggaran yang dibutuhkan.

“Seluruh usulan, baik untuk 2026 maupun 2027, akan kita rangkum menjadi proposal resmi yang nantinya diajukan kepada pemerintah daerah serta pihak sponsor,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Edi Dharma menekankan perlunya percepatan finalisasi kebutuhan anggaran LPTQ. Hal ini penting agar pengusulan dapat segera diproses melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumbar lewat Biro Kesra.

Ia menjelaskan bahwa waktu pengajuan anggaran perubahan 2026 sudah semakin terbatas, sehingga semua usulan perlu segera diselesaikan.

Terkait kebutuhan kendaraan operasional, Edi menyarankan agar LPTQ mempertimbangkan sistem sewa sementara, seperti penggunaan transportasi umum atau penyewaan kendaraan harian sesuai kebutuhan. Menurutnya, cara tersebut lebih hemat dibandingkan pengadaan kendaraan baru atau penggunaan kendaraan dinas.

Selain itu, ia juga menyarankan agar kegiatan Training Center (TC) memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah maupun kantor wilayah Kementerian Agama. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas yang sudah ada akan membuat pelaksanaan kegiatan lebih efisien dari sisi biaya.

“Fasilitas yang dimiliki pemerintah cukup memadai, termasuk di lingkungan Kanwil Kemenag. Sebaiknya itu dimaksimalkan agar penggunaan anggaran lebih efektif,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update