Notification

×

Iklan

Kisah Warga Aceh Singkil Tinggal di Gubuk Jadi Sorotan

Minggu, 03 Mei 2026 | 02:43 WIB Last Updated 2026-05-02T19:43:00Z

Warga Aceh Singkil Kembali Mengeluh Tinggal di Gubuk Reot

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kisah seorang pria bernama Abdul Heriansah Padang (35), warga Desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, yang tinggal di rumah sederhana bersama istri dan dua anaknya, menjadi sorotan publik. 

Kondisi tempat tinggalnya yang dinilai tidak layak membuat banyak pihak ikut menaruh perhatian. Namun, di balik harapan adanya bantuan dari pemerintah, muncul penjelasan berbeda dari pihak terkait yang memberikan sudut pandang lain.

Abdul Heriansah Padang, yang akrab disapa Riki, mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Atap rumah bocor, dinding mulai retak, dan bangunan terlihat rapuh. Ia mengaku saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah, sementara saat angin kencang, bangunan terasa tidak aman.

“Saya bekerja sebagai nelayan ikut orang, penghasilannya tidak menentu. Kadang dapat ikan, kadang tidak. Tapi kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu perbaikan rumahnya, terlebih ia menyebut rumah tersebut juga pernah terdampak banjir karena letaknya dekat dengan aliran sungai.

Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh petugas program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari PUPR Aceh Singkil. Pihaknya menyebut bahwa Abdul Padang sebenarnya sudah pernah menerima bantuan perumahan pada tahun 2021.

“Sudah pernah mendapatkan bantuan. Bahkan warga juga sempat menghibahkan tanah. Namun dalam prosesnya, sejumlah material seperti kusen dan pintu diduga dijual,” ujar petugas tersebut, Sabtu (2/5/2026).

Pernyataan serupa juga disampaikan beberapa pemuda desa setempat. Mereka menyebut bahwa selain bantuan pemerintah, yang bersangkutan juga sudah mendapatkan lahan dari desa, namun tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Tanah sudah diberikan, tapi tidak digunakan. Bahkan rumah dari bantuan sebelumnya juga disebut-sebut dijual untuk membeli sepeda motor. Bantuan apa pun, baik BLT maupun lainnya, katanya selalu diterima,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu, terkait klaim banjir, warga lain menepis bahwa Desa Kayu Menang pernah mengalami banjir besar. Mereka menyebut pada peristiwa banjir di Sumatra dan Aceh pada November 2025, wilayah tersebut hanya mengalami genangan kecil.

“Tidak ada banjir besar di sini. Paling hanya air tergenang di jalan, tidak sampai masuk rumah,” jelas warga tersebut.

Perbedaan informasi ini menunjukkan bahwa penyaluran bantuan sosial masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemanfaatan dan pengawasan. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pengecekan lebih lanjut agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan digunakan sesuai peruntukannya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update