Notification

×

Iklan

Kemenkes Fokus Kejar 960 Ribu Anak Zero-Dose di PID 2026

Senin, 04 Mei 2026 | 00:18 WIB Last Updated 2026-05-03T17:18:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat program imunisasi nasional. 

Salah satu fokus utamanya adalah menjangkau anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau yang disebut zero-dose, dalam rangka Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.

Kemenkes mencatat masih terdapat sekitar 960 ribu anak di Indonesia yang belum menerima vaksinasi dasar sama sekali. Kondisi ini menjadi perhatian serius dan akan menjadi prioritas dalam upaya intervensi ke depan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyampaikan bahwa penguatan imunisasi rutin menjadi agenda penting setelah pandemi COVID-19. Menurutnya, sempat terjadi penurunan cakupan imunisasi yang harus segera dipulihkan.

Ia menegaskan bahwa imunisasi rutin sangat penting untuk mencegah munculnya kembali penyakit menular berbahaya seperti campak, difteri, dan pertusis.

“Kami melihat pascapandemi ada penurunan cakupan imunisasi, dan ini harus segera dibenahi. Imunisasi rutin merupakan benteng utama untuk mencegah kejadian luar biasa penyakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Andi juga memastikan bahwa stok vaksin nasional saat ini dalam kondisi aman dan cukup hingga sembilan bulan ke depan. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga distribusi serta kualitas rantai dingin di daerah agar pelayanan imunisasi tetap optimal.

“Ketersediaan vaksin tidak menjadi masalah. Yang perlu dijaga adalah distribusi dan kualitas penyimpanan di daerah agar layanan tetap berjalan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri, mengatakan bahwa Pekan Imunisasi Dunia 2026 dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah gerakan bersama untuk memastikan seluruh anak Indonesia terlindungi melalui imunisasi,” jelasnya.

Dari pihak UNICEF Indonesia, Jean Lokenga menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah sulit dijangkau layanan kesehatan.

Ia menyebutkan bahwa lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui program The Big Catch-Up di 36 negara sebagai bukti bahwa anak-anak di seluruh dunia tetap bisa dijangkau dengan kerja sama yang kuat.

“Semua anak berhak mendapatkan imunisasi, dan pengalaman global menunjukkan hal itu bisa dicapai jika ada komitmen bersama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan WHO Indonesia, Olivia, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif.

Ia juga mengapresiasi langkah Indonesia dalam aktif menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia, meskipun masih ada tantangan seperti menjangkau anak zero-dose serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update