Notification

×

Iklan

Jemaah Haji Asal Pasaman Wafat di Makkah

Senin, 25 Mei 2026 | 12:16 WIB Last Updated 2026-05-25T05:16:00Z

Syamsu Kari Sudin (58), jemaah haji asal Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, wafat setelah menjalani perawatan di SGH Makkah, Arab Saudi.

Makkah, Rakyatterkini.com — Kabar duka kembali datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Seorang jemaah haji asal Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Syamsu Kari Sudin (58), dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saudi German (SGH) Makkah, Arab Saudi.

Almarhum yang tergabung dalam Kloter PDG 10 Embarkasi Padang tersebut wafat pada Kamis (21/5/2026) pukul 17.30 waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 21.30 WIB. Berdasarkan catatan medis, almarhum diketahui menderita penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD).

Ketua Kloter PDG 10, Busra Nazir, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebutkan bahwa Syamsu Kari Sudin berangkat menunaikan ibadah haji seorang diri tanpa didampingi keluarga. Sejak tiba di Madinah pada 4 Mei 2026, kondisi kesehatannya sudah mendapat perhatian khusus dari tim medis.

“Sejak di Madinah beliau beberapa kali mengeluhkan sesak napas, sehingga terus dalam pemantauan dokter dan perawat kloter,” ujar Busra, Sabtu (22/5/2026).

Meski dalam kondisi kesehatan yang tidak stabil, almarhum tetap melanjutkan perjalanan bersama rombongan ke Makkah pada 13 Mei 2026. Namun, karena kondisi fisik yang terus menurun, ia harus menggunakan kursi roda saat menjalani rangkaian ibadah umrah wajib.

Menurut Busra, kondisi almarhum semakin memburuk pada 19 Mei 2026 sehingga segera dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebelum akhirnya dipindahkan ke Saudi German Hospital untuk penanganan lebih lanjut.

Sebelum dirawat di rumah sakit, almarhum juga sempat mengeluhkan nyeri hebat di bagian ulu hati yang menjalar hingga dada. Keluhan tersebut semakin dirasakan saat beraktivitas, berbicara, maupun ketika mengonsumsi makanan padat.

Setelah mendapat perawatan selama dua hari, Syamsu Kari Sudin dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sore waktu setempat. Mendapat informasi tersebut, petugas kloter bersama dokter, pembimbing ibadah, dan perawat segera menjemput jenazah untuk proses pemulasaraan.

“Jenazah telah dimandikan dan dikafani, kemudian disalatkan di Masjidil Haram setelah salat Subuh,” tambah Busra.

Sesuai prosedur, almarhum kemudian dimakamkan di Pemakaman Al Sharaya (Syara’i) Makkah pada Jumat dini hari waktu setempat. Prosesi pemakaman turut didampingi petugas kloter dan pihak syarikah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya jemaah tersebut di Tanah Suci.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya sebagai haji yang mabrur,” ucapnya.

Ia juga mengimbau seluruh jemaah Embarkasi Padang untuk mengurangi aktivitas fisik yang tidak diperlukan, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), mengingat kondisi cuaca dan padatnya kegiatan.

Selain itu, ia menekankan kepada petugas haji agar meningkatkan pemantauan terhadap kondisi jemaah, khususnya lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

“Petugas harus lebih aktif memantau kondisi jemaah, bahkan melakukan kunjungan ke kamar minimal dua kali sehari, tanpa menunggu laporan sakit terlebih dahulu,” tegasnya.

Dengan wafatnya Syamsu Kari Sudin, total jemaah haji Embarkasi Padang yang meninggal di Tanah Suci hingga saat ini menjadi empat orang.

Sebelumnya, dua jemaah wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi, yaitu Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu dan Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi. Sementara satu jemaah lainnya, Imam Kanapi (81) asal Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, wafat di Makkah dan dimakamkan di Pemakaman Syara’i.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update