Notification

×

Iklan

Investor Pasar Modal Sumbar Nyaris Tembus 400 Ribu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:04 WIB Last Updated 2026-05-23T09:04:00Z

Ilustrasi. 

Padang, Rakyatterkini.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan di Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tetap menunjukkan tren positif. Total aset perbankan tercatat sebesar Rp86,74 triliun, tumbuh 3,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan sektor jasa keuangan di daerah masih berada pada kondisi yang stabil dan sehat.

“Industri jasa keuangan di Sumatera Barat terus menunjukkan pertumbuhan yang solid serta memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujar Roni dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di Sumbar mencapai Rp75,50 triliun, atau meningkat 2,98 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan menjadi Rp62,92 triliun, tumbuh 9,24 persen dibandingkan Maret 2025.

Meski demikian, OJK mencatat risiko kredit masih dalam batas terkendali. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 2,78 persen, sedikit meningkat dari 2,51 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyaluran kredit mencapai Rp30,87 triliun atau setara 40,89 persen dari total kredit perbankan. Namun, secara tahunan, pembiayaan UMKM masih mengalami penurunan sebesar 2,08 persen.

Di sisi lain, perbankan syariah di Sumatera Barat menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Hingga Maret 2026, total asetnya mencapai Rp14,84 triliun, naik 13,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

DPK perbankan syariah tercatat sebesar Rp11,27 triliun atau tumbuh 3,04 persen, sedangkan pembiayaan meningkat signifikan 14,68 persen menjadi Rp12,71 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) juga masih terjaga di level 1,75 persen.

Tidak hanya itu, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah di Sumbar juga mencatat pertumbuhan positif. Total aset BPR mencapai Rp2,93 triliun atau naik 7,17 persen secara tahunan.

Sementara itu, sektor pasar modal menunjukkan lonjakan signifikan. Jumlah investor yang terdaftar melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 395.768 investor, melonjak 97,15 persen dibandingkan Maret 2025.

Roni menambahkan, perkembangan sektor jasa keuangan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,02 persen secara tahunan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update