Jakarta, Rakyatterkini.com – Tim Nasional Homeless Indonesia dipastikan tidak akan tampil pada ajang Homeless World Cup (HWC) 2026. Tim yang dikenal dengan julukan “Garuda Jalanan” itu batal berangkat ke Mexico City karena terkendala masalah utama yang terus berulang, yaitu keterbatasan dana.
Keputusan tersebut disampaikan secara resmi oleh Rumah Cemara, organisasi yang selama ini menjadi penggerak sekaligus pendamping Tim Indonesia dalam keikutsertaan di ajang internasional tersebut. Sekretaris Rumah Cemara, Rin Aulia, menyebut keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan yang cukup berat.
“Dengan berat hati, Rumah Cemara menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam Homeless World Cup 2026 yang akan digelar di Mexico City,” kata Rin dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa faktor utama mundurnya Indonesia adalah belum adanya kepastian dukungan pendanaan, sementara waktu persiapan semakin terbatas.
“Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan secara matang ketiadaan kepastian pendanaan serta minimnya dukungan kelembagaan hingga saat ini,” ujarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rumah Cemara telah berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta. Namun hingga batas waktu yang ada, hasil yang diharapkan belum juga diperoleh.
Kesulitan pendanaan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2023. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Rumah Cemara harus menggunakan dana internal untuk menutup kebutuhan operasional tim agar tetap bisa berpartisipasi.
“Sejak 2023, tantangan dalam mendapatkan sponsor semakin besar. Sebagian besar biaya operasional dan kebutuhan partisipasi akhirnya ditanggung sendiri oleh Rumah Cemara tanpa dukungan eksternal yang stabil,” jelas Rin.
Padahal, Indonesia memiliki catatan prestasi yang cukup baik sejak pertama kali mengikuti ajang ini pada 2011. Homeless World Cup sendiri bukan hanya sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan bagi kelompok rentan melalui olahraga.
Ketidakhadiran Indonesia tahun ini menjadi sinyal penting bahwa keberlanjutan program berbasis komunitas masih sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Meski harus absen pada tahun ini, Rumah Cemara menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan program pemberdayaan di tingkat komunitas. Mereka juga tetap berupaya membuka peluang agar Indonesia bisa kembali berpartisipasi di ajang tersebut pada masa mendatang.
“Rumah Cemara akan terus menjalankan program pemberdayaan melalui olahraga di tingkat akar rumput, dan berupaya membuka kembali kesempatan agar Indonesia bisa kembali tampil di Homeless World Cup di masa depan,” pungkasnya.(da*)


