Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Sisa-sisa lumpur akibat banjir bandang yang melanda pada akhir tahun lalu masih terlihat di sejumlah sudut SD Negeri 17 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih, semangat siswa dan aparat kepolisian tetap tinggi dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (5/5/2026).
Sekolah yang pernah terdampak parah tersebut kini menjadi lokasi utama kegiatan kuliah umum virtual Polda Sumatera Barat untuk wilayah Padang Pariaman. Di tengah ruang kelas yang sempat terendam banjir, jajaran Polres Padang Pariaman bersama pemerintah daerah dan para guru hadir berdampingan, menegaskan bahwa proses pendidikan harus tetap berjalan meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, mengatakan bahwa pemilihan lokasi tersebut merupakan bentuk dukungan moral bagi sekolah-sekolah yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pesan bahwa semangat belajar tidak boleh berhenti, sekalipun dalam kondisi serba terbatas setelah bencana,” ujar Hendra yang mewakili Bupati Padang Pariaman.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memberi perhatian serius terhadap pemulihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Menurutnya, antusiasme siswa yang tetap belajar di tengah keterbatasan menjadi bukti kuatnya daya tahan mental generasi muda daerah tersebut.
Selain mengikuti kuliah umum mengenai pembentukan karakter yang disampaikan Kapolda Sumbar secara daring dari UIN Imam Bonjol, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penanaman pohon secara serentak di lingkungan sekolah.
Plt. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Riyana Purwasari bersama jajaran, turut memimpin langsung penanaman bibit pohon di area sekolah. Kegiatan tersebut dimaknai sebagai upaya pemulihan lingkungan sekaligus langkah pencegahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
“Penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang agar lingkungan sekolah menjadi lebih hijau, aman, dan mampu mengurangi risiko bencana di kemudian hari,” jelas Hendra.
Peringatan Hardiknas di sekolah terdampak banjir ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan dari Kapolda Sumbar kepada guru-guru PPPK yang berprestasi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik yang tetap menjalankan tugas meski fasilitas sekolah sempat rusak akibat banjir.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak sekolah di SDN 17 Batang Anai diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sarana pendidikan. Sinergi ini juga ditujukan agar seluruh anak di wilayah terdampak bencana tetap mendapatkan hak pendidikan secara layak.
“Kami berkomitmen mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan. Pendidikan adalah fondasi utama agar anak-anak bisa bangkit dan menjadi generasi yang lebih kuat menghadapi berbagai tantangan,” tutup Hendra.(da*)


