Notification

×

Iklan

Gadis di Bakauheni Tewas Ditusuk Rekan Sendiri

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:17 WIB Last Updated 2026-05-30T03:17:00Z

Polisi menangkap pelaku penusukan anak pengurus PSHT Bakauheni

Jakarta. Rakyatterkini.com- Seorang remaja perempuan berinisial DE yang juga dikenal sebagai Eca, putri salah satu pengurus perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan menggunakan senjata tajam jenis badik oleh rekannya sendiri.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan wisata Bakauheni Harbour City, Lampung Selatan. Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami beberapa luka tusukan di bagian dada yang menjadi penyebab utama kematiannya. Pelaku diketahui berinisial MA, warga Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda.

Kapolsek KSKP Bakauheni, Iptu Fransiskus Yepta, membenarkan adanya kejadian tersebut serta penangkapan terhadap pelaku. Namun, pihak kepolisian belum dapat membeberkan secara rinci kronologi kejadian karena masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula dari permasalahan sepele terkait kartu SIM ponsel. Korban, pelaku, dan pacar pelaku diketahui sempat bertemu di kawasan Bakauheni Harbour City. Dalam pertemuan itu, korban menanyakan keberadaan kartu SIM miliknya yang diduga belum dikembalikan oleh pacar pelaku.

Pertemuan tersebut kemudian memanas hingga terjadi adu mulut yang berujung pada pertikaian fisik. Dalam kondisi emosi, MA diduga mengeluarkan badik yang dibawanya dan menyerang korban dengan beberapa tusukan di bagian dada. Akibat luka parah, Eca jatuh dan meninggal dunia di lokasi sebelum sempat mendapat pertolongan medis.

Tidak hanya korban, seorang rekan Eca yang berinisial MRZ juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Ia mengalami luka sayatan cukup serius dan harus mendapatkan perawatan medis dengan 28 jahitan di puskesmas terdekat.

Usai kejadian, petugas kepolisian berhasil mengamankan pelaku MA di lokasi persembunyiannya tanpa perlawanan. Dari tangan pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa sebilah badik yang masih berlumuran darah, satu kartu SIM yang diduga menjadi pemicu konflik, serta sepeda motor yang digunakan pelaku saat mendatangi lokasi kejadian.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update