Padang, Rakyatterkini.com – Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) pada awal tahun 2026 mencatat kinerja yang cukup menggembirakan. Pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,02 persen secara tahunan dan 3,15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar melaporkan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar atas dasar harga berlaku pada periode tersebut mencapai Rp92,96 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp53,49 triliun.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Sumbar terutama ditopang oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 17,77 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor barang dan jasa mengalami lonjakan tertinggi sebesar 20,14 persen.
Namun demikian, Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa komponen impor tersebut bersifat pengurang dalam perhitungan PDRB.
“Komponen impor memang menunjukkan pertumbuhan tinggi, tetapi perlu diingat bahwa pos ini mengurangi nilai PDRB,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Secara kuartalan, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum kembali menjadi yang tertinggi di sisi produksi dengan pertumbuhan 15,09 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 7,76 persen.
Hampir seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif, kecuali sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen.
Beberapa sektor lain yang tumbuh cukup kuat antara lain Jasa Lainnya sebesar 9,10 persen, Jasa Keuangan 7,94 persen, Pertambangan dan Penggalian 7,57 persen, serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 6,31 persen.
Dari sisi struktur ekonomi, kontribusi terbesar PDRB Sumbar masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 22,03 persen. Disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 16,84 persen,
Transportasi dan Pergudangan 10,69 persen, Konstruksi 9,18 persen, serta Industri Pengolahan 8,51 persen. Kelima sektor ini secara keseluruhan menyumbang sekitar 67,24 persen terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, secara regional di Pulau Sumatera, struktur ekonomi pada triwulan I-2026 masih didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dengan kontribusi 23,50 persen, diikuti Riau 23,29 persen, dan Sumatera Selatan 13,60 persen.
Selanjutnya Lampung menyumbang 9,72 persen, Kepulauan Riau 7,30 persen, Sumatera Barat 6,83 persen, Jambi 6,52 persen, Aceh 4,88 persen, Kepulauan Bangka Belitung 2,26 persen, serta Bengkulu 2,10 persen.
Untuk pertumbuhan ekonomi tahunan, Kepulauan Riau mencatat angka tertinggi sebesar 7,04 persen. Kemudian disusul Lampung 5,58 persen,
Sumatera Selatan 5,34 persen, Sumatera Barat 5,02 persen, Sumatera Utara 4,98 persen, Riau 4,89 persen, Bengkulu 4,72 persen, Kepulauan Bangka Belitung 4,53 persen, Jambi 4,33 persen, dan Aceh 4,09 persen.(da*)


